Ozon-SILAMPARI

Buletin Online Wang Kite

KENALI-lah Pulai (Alstonia sp) ….. (Bagian II)

Pulai (Alstonia sp) memiliki sekitar 40 – 60 species yang tersebar di daratan tropika dan sub tropika Afrika, Amerika Tengah, Asia Bagian Selatan, Polynesia dan New South Wales, Quensland dan Australia Bagian Utara, serta beberapa species di daratan Malaisyia.
Klasifikasi dari Pulai (Alstonia sp) adalah sebagai berikut :

Divisio : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Gentianales
Family : Apocynaceae
Genus : Alstonia

Dari banyaknya jenis Pulai (Alstonia sp) yang berjumlah sekitar 40 – 60 tersebut diantaranya A. macrophylla, A. angustiloba, A. angustifolia, A. spatulata, A. elliptica, A. oblongifolia, A. pneumatophora, A. scholaris, A. costaca dan lain-lain.

Namun demikian hanya akan dijelaskan beberapa jenis saja karena keterbatasan data dan literatur yang diperoleh. Jenis atau species yang akan dijelaskan adalah Alstonia pneumatophora, Alstonia spatulata, dan Alstonia scholaris.

Alstonia pneumatophora Back. Ex don Berger
Nama daerah dari Alstonia pneumatophora secara umum adalah Pulai Putih. Untuk daerah di wilayah Sumatera biasanya disebut dengan Basung. Pulai dari jenis ini penyebarannya banyak dijumpai di Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan.

Alstonia spatulata Blume
Jenis dari tumbuhan ini memiliki nama padanan Alstonia cuneata Wallich ex G. Don., Alstonia cochinchinensis Piere ex Pitard. Secara umum nama daerah dari jenis ini adalah Lame Bodas. Sedangkan kalau di Sumatera namanya biasa disebut dengan Pulai Gabus. Penyebarannya di Sumatera, Bangka, Jawa Barat, dan Kalimantan.

Alstonia scholaris (L.) R. Br.
Memiliki nama sinonim dengan Echites scholaris L., Echites pala Ham., Tabernaemontana alternitifolia Burn. Nama daerahnya secara umum adalah Pulai Gading. Tersebar luas di Asia Pasifik mulai India dan Sri Lanka sampai daratan Asia Tenggara dan China Selatan, seluruh Malaysia hingga Australia Utara dan Kepulauan Solomon. Di Indonesia sendiri tersebar luas terutama Sumatera, Kalimantan dan Jawa Barat.

CIRI – CIRI TUMBUHAN

Alstonia pneumatophora Back. Ex don Berger

Ciri dari Pulai jenis ini adalah berupa pohon besar dengan diameter mencapai 100 cm bahkan bisa lebih, dan tingginya bisa mencapai 40-50 m.
Tumbuhan ini mempunyai banir serta berakar lutut, dengan batang bergalur , berwarna abu-abu sampai ke putih. Permukaan batang halus sampai bersisik, kulit bagian dalam sangat tebal dan halus, mempunyai warna orange sampai kecoklatan, granular, mempunyai getah yang sangat melimpah.

Daun yang dimiliki tumbuhan ini adalah tunggal dan tersusun secara vertikal di ujung ranting. Bentuk daun oval atau ellips (ellipticus), dengan pangkal agak lancip (cuneate), ujung bundar atau membusur (rounded), permukaan daun licin atau tidak berbulu (glabrous). Pertulangan daun sejajar, warna daun bagian bawah keputihan dengan ukuran 8 – 12 cm x 3 – 5 cm.

Bunga berwarna putih, berukuran kecil di terminal; buah capsule berpasangan, panjang sekitar 25 – 30 cm, permukaan buah licin sampai kasar (glabrous sampai pubescens).

Alstonia spatulata Blume

Ciri fisik tumbuhan dari jenis ini mempunyai ukuran kecil sampai dengan sedang dengan diameter bisa mencapai 75 cm dan tingginya sampai 20 – 30 m.
Batang dari jenis ini berbentuk silindris, beralur, berwarna abu-abu dan halus; kulit bagian dalam berwarna kuning pucat dengan getah putih yang melimpah.

Komposisi daun tunggal, tata daun vertikal, bentuk pada bagian ujung daun bundar atau membusur besar (rounded), sedangkan pangkal daun agak lancip (cuneate) yang berhenti pada ranting. Daun muda berwarna merah, dengan ukuran daun berukuran antara 4 – 6 cm x 7 – 10 cm. Permukaan daun glabrous (licin dan tak berbulu) dengan pertulangan daun menyirip sejajar.

Bunga berukuran kecil, berwarna putih, memiliki ukuran panjang sekitar antara 4 – 7 cm.
Buah seperti kapsul, kondisi berpasangan, dengan ukuran panjang antara 18 – 20 cm.

Alstonia scholaris (L.) R. Br.

Ciri – ciri dari pohon ini memiliki tinggi bisa mencapai lebih dari 40 m. Batang pohon tua beralur sangat jelas, sayatan berwarna krem dan banyak mengeluarkan getah berwarna putih.

Daun tersusun melingkar berbentuk lonjong atau elip. Panjang bunga lebih dari 1 cm, berwarna krem atau hijau, pada percabangan, panjang runjung bunga lebih dar 120 cm.
Buah berwarna kuning merekah, berbentuk bumbung bercuping dua, sedikit berkayu, dengan ukuran panjang antara 15 – 32 cm, berisi banyak benih.

TEMPAT TUMBUH TANAMAN

Alstonia pneumatophora Back. Ex don Berger

Tumbuhan ini tersebar biasanya di hutan rawa gambut, dengan kondisi tanah berpasir dekat dengan pantai, hutan rawa, serta dekat dengan sungai besar.

Alstonia spatulata Blume

Pulai jenis ini tumbuh di daerah rawa atau tergenang air, di tepi aliran sungai, pada gley humus atau aluvial yang kaya pasir. Umumnya tumbuh dibawah 300 m dpl. Sering ditemukan pada hutan sekunder atau vegetasi semak belukar.

Alstonia scholaris (L.) R. Br.

Toleran terhadap berbagai macam tanah dan habitat, dijumpai sebagai tanaman kecil yang tumbuh di atas karang atau bagian tajuk dari hutan primer dan sekunder. Banyak dijumpai di dataran rendah/pesisir dengan curah hujan tahunan 1000-3800 mm. Juga dijumpai pada ketinggian diatas 1000 m dpl. Salah satu sifat adalah dapat tumbuh di atas tanah dangkal. Tidak tumbuhya tanaman ini pada sebaran alami yang suhunya kurang dari 8ºC, yang menunjukkan jenis ini tidak tahan udara dingin.

MANFAAT / KEGUNAAN

Alstonia pneumatophora Back

Kayu komersial yang disebut dengan kayu pulai ini cocok untuk : Ukiran, pembuatan peti, kayu lapis. Sedangkan getahnya bisa digunakan sebagai obat penyakit kulit dan kulitnya sendiri mengandung alkaloid untuk obat.

Alstonia spatulata Blume

Manfaat dari kayu jenis Alstonia spatulata ini sama dengan jenis Alstonia pneumatophora yaitu untuk peti, papan tulis, kayu lapis, ukiran, pensil, dan perkakas rumah tangga.

Alstonia scholaris (L.) R. Br.

Kayunya tidak awet, hanya memungkinkan untuk konstuksi ringan di dalam ruangan, atau untuk industri pulp dan kertas, serta digunakan terutama untuk papan tulis sekolah, sehingga dinamakan scholaris.

Selain itu, sebenarnya pohon Pulai ini banyak manfaatnya untuk pengobatan. Terutama dari kulit dan daunnya. Hal ini disebabkan karena banyak kandungan kimia dari kulit dan daun Pulai yang antara lain :

Kulit kayu : mengandung alkaloida ditanin, ekitamin (ditamin), ekitanin, ekitamidin, alstonin, ekiserin, ekitin, ekitein, porfirin dan triperpen.

Daun : mengandung pikrinin. Sedang-kan bunga Pulai mengandung asam ursolat dan lupeol.

Kulit kayu dapat untuk mengatasi:
Demam, malaria, limpa membesar, batuk berdahak, diare, disentri, kurang nafsu makan, perut kembung, sakit perut, kolik, kencing manis, tenakan darah tinggi, wasir, anemia, gangguan haid, rematik akut.

Daun dapat untuk mengatasi:
Borok, bisul, perempuan setelah melahirkan (nifas), beri-beri dan payudara bengkak karena bendungan ASI.

Bersambung ke Bagian III

sebelumnya, ke Bagian I

Hari Bumi dan Cara Bikin Pensil

About these ads

Februari 1, 2008 - Posted by | Spesies | , , , , ,

7 Komentar »

  1. Ok banget, pulai memang cantik, bersahabat lagi alias gampang tumbuhnya.

    Bener, salah satu tumbuhan lokal ini sangat perlu mendapat perhatian lebih, dilihat dari kemudahan tumbuh, manfaat, terutama perannya terhadap pendidikan; pensil

    Komentar oleh Lies | Februari 11, 2008

  2. artikel yang berguna. kebetulan saya sedang melakukan pembibitan pule dalam skala menengah. makanya bikin blog http://pule3.wordpress.com
    mohon ijin untuk add blog anda dan artikel ini ke blog pule3. terima kasih.

    ok semoga sukses selalu, silahkan di link terima kasih banyak ya :D
    Blog pule3 relevan juga dengan ozonsilampari, sip!!!

    Komentar oleh pule3 | Februari 13, 2008

  3. [...] KENALI-lah Pulai (Alstonia sp) ….. (Bagian II) [...]

    Ping balik oleh Pohon Labu (Endospermum sp) « Ozon-SILAMPARI | Mei 2, 2008

  4. Salam!
    Saya sedang mengalami kebingungan, krn ad yg mengatakan bhw endospermum Sp yaitu pohon labu sm dg kayu bulan (bhs daerah), namun ktk sy cb bk intrnet lg klo kayu bulan sm dg banitan (Polythia glauca Boerl) yg mana yg benar dn tlg tlskan ap famili bt endospermum/pohon labu/pohon bulan.

    Komentar oleh Essy Wulan dara | Januari 10, 2009

  5. kalau boleh ngasih saran, gimana kalau selain manfaat dari pulai, dibuat juga apa itu pulai dari segi silvikulturnya?
    Sekalian nita ada tugas mengenai pulai dan silvikulturya.makasih y sebelumnya da buat artikel yang membuat nita jadi lebih tau.

    Komentar oleh anita | November 16, 2009

  6. salam kenal bro…kebetulan sy sedang melakukan penelitian pengaruh colchicine terhadap pertumbuhan pulai…http://arhamink06.student.ipb.ac.id

    Komentar oleh arhamin | Juli 20, 2010

  7. seep bro..sukses ya…:)

    Komentar oleh O-S | Desember 30, 2012


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: