Ozon-SILAMPARI

Buletin Online Wang Kite

PT.XYLO INDAH PRATAMA

XIP merupakan industri di bidang kehutanan yang memproduksi slat pensil dari jenis kayu pulai dan labu. Keduanya termasuk tumbuhan lokal yang banyak tumbuh merata di sela-sela kebun karet atau pekarangan masyarakat. Walaupun tidak seluruh kelompok kayu lunak bisa dimanfaatkan, pulai dan labu cukup bagus dipakai sebagai bahan baku pensil.

Pada awalnya pohon pulai dan labu bukan termasuk kayu yang berharga mengingat sifat fisiknya tidak bagus untuk bahan bangunan atau konstruksi lainnya, kayunya pun mudah diserang bubuk kayu. Tetapi seiring berkembangnya permintaan pasar terhadap pensil, kayu pulai dan labu pun semakin meningkat nilai ekonomisnya sehingga masyarakat lebih gemar memelihara anakan kayu tersebut.

Sumber bahan baku XIP bisa dikelompokkan dalam 2 bagian

  1. Kebun karet dan pekarangan masyarakat
    • Pembelian kayu rakyat melalui suplayer. Kegiatan dari kebun hingga pabrik seperti pembelian pohon ke petani, penebangan, hingga pengangkutan kayu dilakukan oleh suplayer. Seluruh kegiatan ini dikelola oleh Divisi Wood Supply. Sampai saat ini bahan baku XIP terutama berasal dari pola pembelian oleh suplayer ini
    • Dalam rangka menjaga kesinambungan bahan baku dalam jangka waktu yang panjang XIP menjalankan program pembentukan Kelompok Tani dimana setiap pohon pulai dan labu mereka telah direncanakan ditebang pada waktu yang telah ditentukan.
  2. Hutan Tanaman Rakyat
    • Saat ini XIP telah membangun hutan tanaman rakyat seluas 5000 ha di beberapa kecamatan dengan pola patungan bersama petani pemilik lahan. Jenis kayu yang ditanam adalah pulai gading dan pulai darat. Penanaman pulai dimulai pada tahun 1996. Pada tahun ini telah dilakukan penebangan di beberapa lokasi hingga pada tahun 2010/2011 nanti.
    • Selain program pembentukan Kelompok Tani di atas, sebagai program utama, pada tahun 2007 XIP tengah menyelesaikan proses perizinan pembangunan HTI seluas 4000 ha.

    Dalam rangka mewujudkan Pengelolaan Hutan/Kebun secara Lestari dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial dan ekonomi serta memastikan kayu Pulai dan Labu berasal dari kebun karet milik masyarakat yang dikelola dengan baik berdasarkan 10 Prinsip dan Kriteria FSC , maka XIP berkomitmen, bahwa kayu Pulai dan Labu sebagai bahan baku industri TIDAK BERASAL dari :

    1. Penebangan Liar
    2. Penebangan yang melanggar hak-hak masyarakat setempat maupun hak-hak tradisional
    3. Hutan yang memiliki Nilai Konservasi Tinggi, seperti Hutan Lindung, Taman Nasional, Cagar Alam, Suaka Margasatwa
    4. Penebangan pada kawasan hutan yang akan dikonversi menjadi perkebunan atau Areal Penggunaan Lain (APL)
    5. Penebangan pada hutan tanaman hasil rekayasa genetika

    Berkaitan aktivitas XIP, ada beberapa LSM lokal yang menanyakan bahwa mengapa XIP diizinkan oleh pemerintah beroperasi sedangkan XIP tidak memiliki konsesi lahan seperti layaknya HPH. Mereka berpendapat bahwa XIP harus memiliki izin konsesi lahan. Oleh karenanya mereka menuntut agar Pemda menghentikan XIP beroperasi.

    XIP bisa memaklumi rasa ingin tahu LSm tersebut, walaupun singkat XIP berkenan menjelaskan sistem pengelolaannya.

    Di dalam Undang-Undang No 41 tahun 1999 pasal 5 menyebutkan:

    Hutan berdasarkan statusnya terdiri dari:
    1. Hutan Negara
    2. Hutan Hak

    Juga dijelaskan bahwa Hutan Negara adalah hutan yang berada pada tanah yang tidak dibebani hak atas tanah. Sedangkan hutan hak adalah hutan yang berada pada tanah yang dibebani hak atas tanah

    Sistem pengelolaan yang dianut oleh HPH/HTI itu sangat berbeda sekali dengan XIP. Pada umumnya HPH mengelola (memanfaatkan) kayu berasal dari Hutan Negara (Hutan Produksi, Hutan Produksi Terbatas, Hutan Konversi). Untuk itulah HPH harus memiliki konsesi lahan selama beberapa puluh tahun.

    Ilustrasi singkat dan sederhana:

    Suatu perusahaan telah melakukan survey potensi pada suatu kawasan hutan , dan menilai bahwa kawasan tersebut layak dikelola, perusahaan tersebut mengajukan usulan kepada Dinas Kehutanan setempat untuk mengelola kawasan yang dimaksud. Setelah melalui beberapa tingkat verikasi (penelitian terpadu) barulah pemerintah mengeluarkan keputusan untuk memberikan izin pemanfaatan (konsesi) atau tidak kepada perusahaan tersebut.

    Berbeda halnya dengan XIP yang memanfaatkan hasil hutan kayu dari kebun karet dan pekarangan milik rakyat, bukan mengelola kawasan hutan. Oleh karenanya XIP tidak perlu memiliki konsesi/ sewa lahan seperti HPH di atas. Mengenai proses perizinan pemanfaatannya, secara prinsip tetap sama dengan seperti yang dilakukan oleh HPH.

    CMIIW

    Semoga bermanfaat

    About these ads

    Februari 6, 2008 - Posted by | XIP | , ,

    8 Komentar »

    1. Aduh Siip Kepala Divisi, Mas Ali…. dengan inovasinya bisa buat bloger ? Gimana dengan lacak balaknya. Tapi tolong dong ikut sertakan kami alunus kehutanan IPB, paling tidak bisa sharing pendapat dari kacamata kami yang menganggur ini mas….guyon noch

      Komentar oleh AA Risman | Februari 26, 2008

    2. Ha ha ha pacak nian ka Risman ne. mokasih kunjungannyo yo 8) biaso bae, kito jugo baru belajar koq. itung2 jadi sarana sosialisasi jugo..yo dak hehehhe.

      Lacak balaknyo begoyo kak, mudah2n dgn metode terbaru lebih efektif dan tepat sasaran…doake berhasil yo. ini jugo berkat konsultasi publik hehehhe ;)

      Komentar oleh O-S | Februari 26, 2008

    3. MAs mau tanya nich apa benar pt.xylo udah di beli oleh sinar mas grup ya???

      Komentar oleh ari | Juli 9, 2008

    4. Bos bagus udah ada blog XIP
      moga tambah maju Div.Sertifikasi & XIPnya.
      Maju terus.

      Salam rimbawan/Edi Ch E31

      Komentar oleh Edi Ch 'E31 | Juli 9, 2008

    5. @ ari
      muba kalee Mas…

      @ Edi
      Hhehehe isih belajar Bos….mudah2n adanya manfaatnya
      Suwun wis mampir…tuker link yok
      Salam rimbawan juga :D

      Komentar oleh O-S | Juli 10, 2008

    6. udh lama sy ngak tau kbr XIP dulu sy krja di XIP trus di krm ke muara beliti teamnya mas adam dari bandung gmana kbrnya ?trus kbr pak Iwan worang gmana baik2 aja

      Komentar oleh andi | Mei 25, 2011

    7. saya ingin jadi suplier xip, bisa suply 25m3 per bulan kayu pulai/ lame. tolong ukuran dan harga minta informasi .contak sy 081221158709

      Komentar oleh hery | November 1, 2012

    8. Beliau kabarnya baik2 aja

      Komentar oleh O-S | Desember 30, 2012


    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    %d bloggers like this: