KEADAAN UMUM KABUPATEN MUSI RAWAS
KEADAAN GEOGRAFIS KABUPATEN MUSIRAWAS
Letak Geografis
Kabupaten Musi Rawas merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan, letaknya disebelah barat di hulu Sungai Musi dan Sepanjang Sungai Rawas. Kabupaten ini berbatasan dengan Provinsi Jambi di bagian utara, di bagian selatan berbatasan dengan Kabupaten Empat Lawang, di bagian Barat berbatasan dengan Provinsi Bengkulu dan di bagian timur berbatasan dengan Kabupaten Musi Banyu Asin dan Kabupaten Muara Enim.
Kabupaten Musi Rawas beribukota di Kota Lubuklinggau dengan ketinggian 129 meter dari permukaan laut dan terletak pada 20,00 LS-30,40 LS dan 102,0,00 BT-1030,45 BT.
Keadaan Alam
Kabupaten Musi Rawas mempunyai iklim tropis dan basah dengan curah hujan yang bervariasi, dimana setiap tahun jarang sekali ditemukan bulan kering. Luas Kabupaten Musi Rawas seluruhnya adalah 1.236.582,66 Ha terdiri dari 66,5 derajat dataran rendah yang subur dengan struktur 62,75 derajat tanah liat dan keadaan alamnya terbagi dari hutan potensial, sawah, ladang, kebun karet cadas dan kebun lainnya. tidak terdapat gunung berapi di kabupaten ini, di sebelah barat terdapat dataran rendah yang sempit dan berbatasan dengan bukit barisan, dataran ini semakin ke timur semakin luas.
Kawasan Hutan
Total luas kawasan hutan di kabupaten Musi Rawas adalah 631.104 ha dimana Taman Nasional Kerinci Seblat menjadi kawasan hutan yang terluas, yaitu 251.252 ha, terletak di bagian barat kabupaten berbatasan dengan Provinsi Jambi dan Bengkulu.
|
|
Luas Kawasan Hutan dalam Wilayah Kabupaten Musi Rawas |
||||
|
|
Tahun 2006 |
||||
|
|
|
|
|
|
|
|
NO |
Kelompok Hutan |
Fungsi Hutan |
Luas |
Kecamatan |
|
|
|
|
|
(Ha) |
|
|
|
1 |
HP Meranti Mura |
HPT |
34.470 |
Nibung |
|
|
2 |
TNKS |
HAS |
251.252 |
BKL Ulu, Karang Jaya, Ulu Rawas, Selangit |
|
|
3 |
HPT Rawas Lakitan |
HPt |
20.991 |
Karang Jaya |
|
|
4 |
HP Rawas Lakitan |
HPT |
44.121 |
Karang Jaya |
|
|
5 |
HP Rawas Utara I |
HPT |
3.980 |
Rawas Ulu |
|
|
6 |
HP Rawas Utara II |
HPT |
11.160 |
Ulu Rawas |
|
|
7 |
HP Lakitan Utara I |
HPT |
31.795 |
Megang Sakti, Karang Dapo |
|
|
8 |
HP Lakitan Utara II |
HPT |
3.890 |
Megang Sakti, Karang Dapo |
|
|
9 |
HP Lakitan Selatan |
HPT |
22.292 |
Megang Sakti, Karang Dapo |
|
|
10 |
HL Bukit Cermin |
HPt |
1192 |
STL Ulu |
|
|
11 |
HL Bukit Cogong I |
HL |
567 |
STL Ulu |
|
|
12 |
HL Bukit Cogong II |
HL |
1.222 |
STL Ulu |
|
|
13 |
HL Bukit Botak |
HL |
53 |
STL Ulu |
|
|
14 |
HPT Terawas |
HPt |
5.370 |
STL Ulu |
|
|
15 |
HP Benakat Semangus |
HPT |
143.350 |
BTS Ulu |
|
|
|
(HP Kelompok HTI) |
|
|
|
|
|
16 |
HP Kungku (register) |
HPT |
6.400 |
Jayaloka |
|
|
17 |
Kelompok HP |
HPK |
50.072 |
Ma. Kelingi, Karang Jaya |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Jumlah |
631.104 |
|
|
|
|
Sumber: Dinas Kehutanan Kabupaten Musi Rawas |
||||
|
|
Keterangan: |
|
|
|
|
|
|
HL |
: Hutan Lindung |
|
|
|
|
|
HP |
: Hutan Produksi |
|
|
|
|
|
HPT |
: Hutan Produksi Tetap |
|
||
|
|
HPt |
: Hutan Produksi Terbatas |
|
||
|
|
HPK |
: Hutan Produksi Konversi |
|
||
|
|
TNKS |
: Taman Nasional Kerinci Seblat |
|||
Keadaan Tanah di Kabupaten Musi Rawas terdiri dari :
Aluvial, dengan ciri warna coklat kekuning-kuningan terbentuk oleh endapan liat dan pasir dijumpai di Kecamatan Tugu Mulyo dan Muara Kelingi. Tanah jenis ini 8,05% dari Luas Kabupaten dan cocok untuk tanaman padi dan palawija.
Litosol, 7,17% dari luas kabupaten digunakan untuk tanaman keras, rumput-rumputan dan usaha ternak.
Assosiasi Latisol, tidak luas hanya 0,77 % dari luas kabupaten, 55,89 % di Kecamatan STL. Ulu dan Rupit.
Regosol, luasnya sama seperti Assosiasi Latisol, 55,89 % di Kecamatan Muara Beliti dan 13,34 % di Kecamatan Rawas Ulu, cocok untuk padi sawah, palawija dan tanaman keras lainnya.
Podsolik, 37,72 % dari luas kabupaten, merupakan jenis tanah terluas di Kabupaten Musi Rawas, sebagian besar di Kecamatan Rupit, Rawas Ulu, Muara Lakitan dan Jayaloka, baik untuk padi sawah, padi ladang dan tanaman karet.
Assosiasi Podsolik, hanya terdapat di Kecamatan Muara Lakitan dan Rawas Ilir, luasnya 29,59 dari luas kabupaten.
Komplek Podsolik, hanya terdapat di Kecamatan Rawas Ulu.
Keadaan Hidrologi
Kabupaten Musi Rawas banyak mempunyai sungai-sungai besar yang dapat dilayari, kebanyakan sungai-sungai itu bermata air dari bukit barisan adapun sungai-sungai yang terdapat di Kabupaten Musi Rawas adalah Sungai Rawas, Sungai Lakitan, Sungai Kelingi, Sungai Rupit dan Sungai Musi.
|
NAMA SUNGAI DAN ANAK SUNGAI PADA DAS DI KABUPATEN MUSI RAWAS |
||||
|
|
|
|
|
|
|
No |
Sungai Utama |
Panjang |
Debit Rerata |
Anak Sungai |
|
|
|
(Km) |
(m3/dt) |
|
|
1 |
Musi |
51,71 |
279 |
Keruh, Lintang, Kungku |
|
2 |
Rawas |
67,23 |
123,87 |
Rupit, Liam, Klumpang, Kemang, Kulus, Kutu |
|
3 |
Lakitan |
70,08 |
10,92 |
Hitam, Megang, Malus, Pelikai, Sumuk, Makai |
|
4 |
Kelingi |
49,53 |
22,29 |
Pring, Beliti, Noman, Kati |
|
5 |
Semangus |
60,12 |
89,73 |
Kerus, Teras, Sialang, Temuan, Sembuta |
|
|
|
|
|
|
|
Sumber: Data Dasar DAS Musi Rawas Tahun 2000 |
|
|||
Flora dan Fauna
Daerah hutan yang luas di Kabupaten Musi Rawas maka banyak dijumpai bermacam-macam jenis kayu antara lain: Merawan, Sungkai, Merbau, Kolim, Rotan dan lain-lain. Hutan dalam Kabupaten Musi Rawas banyak dihuni satwa-satwa seperti Harimau, Gajah, Monyet, Rusa, Kijang, Ayam Hutan dan Lain-lain.
sumber: MUSI RAWAS DALAM ANGKA 2007
PETA KAWASAN KONSERVASI MUSI RAWAS disa didonlot pada halaman…DOWNLOAD

















MARI KITA BUAT PETANI TERSENYUM KETIKA DATANG PANEN
Petani kita sudah terlanjur memiliki mainset bahwa untuk menghasilkan produk pertanian berarti harus gunakan pupuk dan pestisida kimia. NPK yang terdiri dari Urea, TSP dan KCL serta pestisida kimia pengendali hama sudah merupakan kebutuhan rutin para petani kita.
Produk ini dikenalkan sejak tahun 1969 oleh pemerintah saat itu, karena berdasarkan penelitin tanah kita yang sangat subur ini ternyata kekurangan unsur hara makro (NPK). Setelah +/- 5 tahun dikenalkan dan terlihat peningkatan hasilnya, maka barulah para petani mengikuti cara tanam yang dianjurkan tersebut. Hasil pertanian mencapai puncaknya pada tahun 1985-an. Saat itu Indonesia swasembada pangan.
Petani kita selanjutnya secara fanatis dan turun temurun beranggapan bahwa yang meningkatkan produksi pertanian mereka adalah Urea, TSP dan KCL, mereka lupa bahwa tanah kita juga butuh unsur hara mikro yang pada umumnya terdapat dalam pupuk kandang atau pupuk hijau, sementara yang ditambahkan pada setiap awal musim tanam adalah unsur hara makro NPK dan pengendali hama kimia saja.
Mereka para petani juga lupa, bahwa penggunaan pupuk dan pengendali hama kimia yang tidak bijaksana dan tidak terkendali, sangat merusak lingkungan dan terutama tanah pertanian mereka semakin tidak subur, semakin keras dan hasilnya dari tahun ketahun terus menurun.
Tawaran solusi terbaik untuk para petani Indonesia agar mereka bisa tersenyum ketika panen, maka tidak ada jalan lain, perbaiki sistem pertanian mereka, ubah cara bertani mereka, mari kita kembali kealam.
System of Rice Intensification (SRI) pada tanaman padi yang digencarkan oleh SBY adalah cara bertani yang ramah lingkungan, menghasilkan produk yang terbebas dari unsur-unsur kimia berbahaya, kuantitas dan kualitas hasil juga lebih baik, belum mendapat respon positif dari para petani kita. Mungkin ini walaupun hasilnya sangat menjanjikan, tetapi sangat merepotkan petani dalam teknis budidayanya.
Petani kita sudah terlanjur termanjakan oleh system olah lahan yang praktis dengan menggunakan pupuk dan pestisida kimia, sehingga sangat berat menerima metoda SRI ini. Mungkin tunggu 5 tahun lagi setelah melihat petani tetangganya berhasil menerapkan pola tersebut.
Atau mungkin solusi yang lebih praktis ini dapat diterima oleh para petani kita; yaitu “BERTANI SISTEM GABUNGAN POLA SRI DIPADUKAN DENGAN PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK NASA”. Cara gabungan ini hasilnya tetap ORGANIK yang ramah lingkungan seperti yang dikehendaki oleh pola SRI, tetapi cara pengolahan lahan/tanah lebih praktis, dan hasilnya bisa meningkat 60% — 200% dibanding pola tanam sekarang.
Semoga petani kita bisa tersenyum ketika datang musim panen.
AYOOO PARA PETANI DAN SIAPA SAJA YANG PEDULI PETANI.
SIAPA YANG AKAN MEMULAI? KALAU TIDAK KITA SIAPA LAGI?
KALAU BUKAN SEKARANG KAPAN LAGI?
GUNAKAN PUPUK DAN PENGENDALI HAMA ORGANIK NASA UNTUK TANAM PADI DAN BERBAGAI KOMODITI. HASILNYA TETAP ORGANIK.
KUALITAS DAN KUANTITAS SERTA PENGHASILAN PETANI MENINGKAT, RAKYAT MENJADI SEHAT, NEGARA MENJADI KUAT.
omyosa, 08159927152
papa_260001527@yahoo.co.id
pembuangunan yang sedang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Musi Rawas perklu ditingkatkan, demi kesejahteraan rakyat. tolong jalan dan jembatan menuju Desa Muara Megang kecamatan Megang Sakti diperbaiki. supaya mobilitas sosial ekonomi berjalan lancar.
Sofyan Effendi.
Dosen Tetap FISIP Unsri
asli warga Desa Muara Megang.
Mohon perhatian dari pemerintah daerah musi rawas agar lebih memperhatikan kondisi sosial ekonomi desa muara megang dan perbaikan jalan lebh d utamakan karena merupakan satu2ny akses k luar.
Sebagai warga MURA diperantauan, senang sekali dengan adanya Web ini. …Mau tanya adakah alamat persatuan orang Mura di Lampung seperti IKatan Keluarga MuRA…kalau ada mohon dikirim alamatnya tks.
Pauji
Metro Lampung
Salut buat pembangunan yang d lakukan pemerintah daerah muri rawas,tetapi perkembanganx lambat so mohon d percepat pembangunan yg sedang d lakukan skrg ini…!!!
Khusus untk desa muara megang,tlng bnget d perhatiin!!!Kami semua sadar bahwa desa kami jauh dr kota tetapi itu tidak bs d jadikan alasan untuk mengabaikan pembangunan d desa kami dan menomorsekiankan desa kami…!!!
Desa muara megang termasuk desa tua,tetapi bukan berarti kami tidak punya hak menikmati pembangunan….Seperti masyarakat2 lainx!!
Musirawas kota yang kaya..
Kaya akan sumberdaya alam dan sumberdaya manusia
Semoga eksplorasi untuk tambang maupun minyak di Musirawas berhasil.
Salam dari Putra Daerah
Tolong dong pak Polisi….angkutan umum yang ngetem d simpang rel kereta api di tertibkan, jangan d lihat aja kayak ada tontonan layar tancap
untuk pak Bupati yang terhormat,
gm dengan jalan Letkol Atmo, Kapan untuk d lebarkan,…kayaknya uda lebih dari 2 periode bupati belum juga d lebarin,..makasih atas perhatian bapak BUPATI.
Musi-Rawas sangat kaya akan SDA-nya dan SDM-nya-pun InsyaAllah siap untuk mengelola semua aset itu , tp ingat semuanya itu akan menjadi bumerang bila masyarakat setempat tidak di libatkan dalam pengelolaannya terutama putra daerahnya…dan yang terpenting adalah bagaimana perjajanjian dengan pemilik modal di atur dengan seadil-adilnya,agar Musi_Rawas tidak dirugikan di kemudian hari.salam kenal buat si empunya Blog
sukses selalu..
pak bupati…tlng selesaikan pembangunan kota agropolitan simpang terawas diselesaikan segera….karna sy lihat pembangunan nya terhenti,….