Ozon-SILAMPARI

Buletin Online Wang Kite

10 PRINSIP DAN KRITERIA FSC

Sobat, tentu sekali kita sangat berharap hutan yang tersebar di nusantara ini bisa dikelola dengan baik dan berkelanjutan. Hal ini demi kepentingan anak cucu di masa yang akan datang.

Kita telah menyaksikan berbagai masalah lingkungan dialami oleh saudara-saudara kita di berbagai tempat. Banjir tahunan melanda kota Jakarta, longsor di pati, luapan banjir sungai bengawan solo……gempa.

Apakah kita sudah terlambat menanganinya? Tidak ada kata terlambat! Mari bersikap lebih ramah kepada lingkungan dimulai dari kebiasaan hidup kita masing-masing bahkan dari yang paling sederhana, seperti perilaku membuang sampah.

XIP bersama pihak yang berkaitan berkomitmen dengan sungguh-sungguh bagaimana mengelola sumberdayanya sehingga bermanfaat bagi kepentingan ekologi, sosial dan ekonomi dalam jangka waktu yang panjang.

Pengembangan dan penerapan prosedur kerja setiap unti manajemen sangatlah penting untuk memastikan apakah proses kerja sudah sesuai dengan prinsip kerja atau belum.

Untuk tujuan tersebut, XIP senatiasa menerapkan dan mensosialisasikan prinsip yang paling mendasar berkaitan dengan pengelolaan hutan lestari, yang dikenal dengan 10 Prinsip dan Kriteria FSC.

  1. Taat pada Hukum Perundangan dan Prinsip-Prinsip FSC
    • (6 kriteria)
  2. Hak dan Tanggung Jawab Penggunaan Lahan serta Kepastian Kawasan
    • (3 kriteria)
  3. Hak-Hak Masyarakat Asli
    • (4 kriteria)
  4. Hubungan dengan Masyarakat Sekitar dan Hak- Hak Pekerja
    • (5 kriteria)
  5. Keuntungan dari Hutan
    • (6 kriteria)
  6. Dampak Lingkungan
    • (10 kriteria)
  7. Rencana Pengelolaan
    • (4 kriteria)
  8. Monitoring dan Evaluasi
    • (5 kriteria)
  9. Pemeliharaan Hutan yang Memiliki Nilai Konservasi Tinggi
    • (4 kriteria)
  10. Hutan Tanaman
    • (9 kriteria)

Detail 10 Prinsip dan kriteria FSC dijelaskan di dalam dokumen Pedoman Umum untuk Penilaian Pengelolaan Hutan di Indonesia, silahkan Anda download disini

Standard dan Prinsip COC
Sistem Kontrol yang terdokumentasikan :
Perusahaan harus memiliki sistem kontrol tertulis yang menjelaskan:
• Prosedur mengenai pelacakan dan penanganan produk bersertifikat mulai dari permintaan hingga penjualan dan pengriman produk akhir
• Tanggung jawab karyawan terhadap sistem kontrol
• Catatan pada form/tally sheet atau sejenisnya yang dapat digunakan untuk melacakan dan penanganan produk bersertifikat
• Prosedur pelabelan dan penggunaan logo
• Penyimpanan seluruh catatan yang berkaitan dengan sertifikasi

Penjualan dan Pengangkutan Produk Bersertifikat:
Perusahaan harus:
• Menempatkan produk bersertifikat secara terpisah dan aman
• Menggunakan tanda/logo dan atau nomor sertifikat FSC pada paket produk bersertifikat dengan jelas
• Memiliki sistem pencatatan mengenai jumlah penjualan produk bersertifikat
• Mengikutsertakan keterangan berikut ini pada invoice:
o Deskripsi produk bersertifikat
o Persentage-based claim, apabila memungkinkan
o Kuantitas/volume setiap item
o nomor sertifikat FSC
• Mengikutsertakan keterangan sertifikasi pada dokumen pengangkutan dengan jelas

Pelatihan
Perusahaan harus:
• Memberikan pelatihan/orientasi dalam penanganan dan penjelasan mengenai produk bersertifikat
• Memberikan sistem kontrol tertulis mengenai prosedur COC dan peraturan lainnya berkaitan dengan produk bersertifikat
Pencatatan produk bersertifikat
Perusahaan harus:
• Menyediakan informasi audit tahunan termasuk ringkasan mengenai pencatatan jumlah penerimaan/pembelian produk bersertifikat, faktor konversi, jumlah penjualan/pengiriman produk bersertifikat
• Menyimpan seluruh catatan/dokumen, pembelian, pengolahan dan penjualan produk bersertifikat, termasuk pemasaran, iklan/promosi (advertising), dan informasi publik lainnya menyangkut sertifikasi minimal selama 5 tahun

Maksud dari StandarD dan Prinsip COC ini hendaknya perusahaan memiliki sumber bahan baku kayu yang diketahui asal-usulnya melalui catatan data administrasi, contohnya: pemberian tulisan pada tunggul dan kayu yang ditebang berupa nama petani, kode wilayah dan nomor urut batang serta sesuai dengan tally sheet yang ada pada lampiran surat jalan. Dengan demikian semua catatan dapat dijadikan sistem control.
Dalam hal penjualan dan pengangkutan produk bersertifikat harus dilengkapi dokumen pengiriman yang menerakan, nomor sertifikat FSC, kuantitas/volume setiap item, dan keterangan produk sertifikat.
Guna menunjang berjalannya standard dan Prinsip COC perusahaan wajib memberikan pelatihan mengenai penanganan produk bersertifikat dan sistem kontrol COC dan peraturan lainnya.

Hal ini ditujukan agar pengertian dan pemahaman akan pentingnya Standard dan Prinsip COC dapat dimiliki setiap individu dalam menunjang jalannya perusahaan.

Semua hal ini harus didukung oleh penyimpanan seluruh catatan/dokumen mulai dari pembelian, pengolahan dan penjualan produk bersertifikat sehingga tersedia saat audit tahunan.

Dengan berjalannya semua sistem ini kita akan merasakan suatu sistem yang teratur dan lestari yang dapat menunjang kemajuan perusahaan. Tentunya rekan-rekan mengharapkan hal tersebut dapat terwujud pada perusahaan kita ini……………………

Rencana buletin Edisi II………
@ Kita akan mengenalkan ruang lingkup Xylo Indah Pratama (XIP) dari sumber bahan baku nya, ketenaga kerjaan sampai program sosilisasi yang ada di XIP.
@ Ulasan mengenai sertifikasi, apa itu Smartwood dan FSC

Kami tim penulis mengharapkan masukan dari rekan-rekan melalui SMS ataupun email……………
Download artikel ini dalam format .doc Buletin OS I Jan2008

Januari 23, 2008 - Posted by | Sertifikasi | , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: