Ozon-SILAMPARI

Buletin Online Wang Kite

SmartWood

Smartwood adalah lembaga independen yang telah diakreditasi oleh Forest Stewardship Council (FSC), bertujuan untuk mengakui pengelola hutan yang baik melalui verifikasi independen yang kredibel terhadap praktek-praktek kehutanan.

Alamat kantor pusat :

SmartWood Program of the Rainforest Alliance
65 Millet St, Suite #201
Richmond , VT 05477 USA
Tel: 001-802-434-8705 Fax: 001-802-434-3116

http://www.smartwood.org/

Alamat kantor wilayah Asia Pasifik :

Rainforest Alliance SmartWood Program
Asia Pacific Regional Office
Jl. Ciung Wanara No.1x
Lingkungan Kerta Sari, Kelurahan Panjer,
Denpasar Selatan 80225
Bali, Indonesia
Tel: +62 361 224 356
Fax: +62 361 235 875

Sekilas…

  • 1991, Program SmartWood menerbitkan rancangan “Pedoman Umum untuk Penilaian Pengelolaan Hutan Alam” sebagai sekumpulan kriteria penilaian yang luas (berlaku di seluruh dunia) yang dapat diterapkan pada level lapangan atau operasional. Pada saat yang sama, SmartWood mengembangkan dan membagikan pedoman yang khas wilayah untuk pengeloaan hutan alam di Indonesia.
  • 1993, SmartWood mendistribusikan rancangan “Pedoman Umum untuk Penilaian Hutan Tanaman” dan merevisi pedoman untuk pengelolaan hutan alam.
  • 1998, setelah tujuh tahun penerapannya dan melakukan proses “learning by doing” melalui berbagai kegiatan penilaian dan audit hutan, SmartWood memberikan sekumpulan kriteria baru hasil revisi untuk penilaian pengelolaan hutan, baik itu hutan alam atau hutan tanaman. “Pedoman Umum” ini kemudian direview dan disetujui oleh Forest Stewardship Council (FSC), sebuah lembaga internasional yang telah mengakreditasi (menyetujui) SmartWood sebagai penilai pengelolaan hutan (forest management) dan lacak balak (chain of custody).
  • 1999, SmartWood memberikan kriteria yang telah direvisi yang mengikuti struktur Prinsip dan Kriteria FSC.

Filosofi Pedoman SmartWood

SmartWood telah mengembangkan kriteria di bawah ini sebagai ukuran minimum yang dapat diterima untuk menilai keberlanjutan dari praktek pengelolaan hutan dan dampak kegiatan kehutanan yang ingin disertifikasi oleh SmartWood.

Sertifikasi merupakan suatu alat untuk menunjukkan kepada publik dan industri kehutanan bahwa pengelolaan hutan berkelanjutan bisa dicapai dan bermanfaat. Kriteria yang ringkas, yang didasarkan pada ilmu dan pengalaman yang baik,merupakan cara terbaik untuk mengkomunikasikan pengelolaan hutan berkelanjutan (SFM) pada tingkat lapangan.

Perusahaan yang disertifikasi, secara ilmiah atau definitif mungkin tidak “lestari” dalam semua aspek, namun mereka harus menunjukkan komitmen yang jelas dalam kebijakan dan praktek pelaksanaan SFM, dan khususnya tiga konsep penting yang dianggap sangat mendasar oleh SmartWood dalam SFM:

  1. Perusahaan hutan harus menjaga fungsi lingkungan hidup yang meliputi stabilitas daerah aliran sungai, konservasi sumberdaya biologi dan perlindungan habitat hidupan liar;
  2. Perencanaan dan pelaksanaan pengelolaan harus memasukkan konsep kelestarian hasil untuk semua produk hutan yang dipanen atau dimanfaatkan, berdasar pemahaman tentang, dan dokumentasi terkait dengan ekologi hutan lokal, dan
  3. Kegiatan harus mempunyai dampak positif pada kesejahteraan sosial dan ekonomi jangka panjang untuk masyarakat lokal.

Dalam prakteknya, staff SmartWood sering menjumpai bahwa pengelola hutan yang disertifikasi secara konsisten menunjukkan komitmen nyata dan terukur terhadap konsep “continuous improvement” (perbaikan terus menerus). Konsep ini telah menjadi prinsip tidak saja untuk perusahaan yang disertifikasi oleh SmartWood tetapi juga untuk SmartWood sebagai program sertifikasi.

Jenis-Jenis Sertifikasi

Perusahaan pengelola hutan yang mengikuti kriteria yang diberikan dalam dokumen ini dinilai sebagai “well managed” oleh SmartWood. Perusahaan tersebut dapat menggunakan label SmartWood dan FSC untuk tujuan pemasaran dan iklan.

Saat ini SmartWood menawarkan tiga jenis sertifikasi yang telah disetujui oleh FSC:

  1. Sertifikasi pengelolaan hutan untuk perusahaan yang mengelola hutan alam atau hutan tanaman;
  2. Sertifikasi pengelola sumberdaya untuk konsultan kehutanan dan pengelola lahan yang mengelola lahan orang lain hingga mencapai standar yang dapat disertifikasi (lihat dokumen terpisah tentang kebijakan SmartWood untuk sertifikasi pengelola sumberdaya), dan
  3. Sertifikasi lacak balak untuk perusahaan yang mengolah, membeli, menjual atau mendistribusikan produk hutan bersertifikat.

Sumber : Pedoman Umum untuk Penilaian Pengelolaan Hutan di Indonesia
SW Indonesia Interim Standards April 2003 (IND).doc

Januari 28, 2008 - Posted by | Sertifikasi | ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: