Ozon-SILAMPARI

Buletin Online Wang Kite

Obat dari Pulai?

Mosok sih mas…tanaman pulai bisa untuk obat alternatif…..?
O…yo…Kajian yang akan disajikan berikut adalah hasil pulai selain dari kayu tetapi berupa limbah hasil penebangan. Karena sebenarnya banyak sekali manfaat dari tumbuhan tersebut bagi kehidupan sehari-hari. Salah satunya sebagai sarana kesehatan atau pengobatan sementara dalam kondisi yang mendesak.

Namun demikian apabila pemanfaatan secara maksimal dengan pengestrakan yang baik, hasil dari obat tersebut memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Baik itu limbah yang berupa daun, kulit, akar, bahkan serbuknya

Maksud dari pemberitahuan ini adalah untuk memberikan pengertian bagi kita semua bahwa tumbuhan dari jenis Pulai yang tumbuh disekitar kita sangat bermanfaat bagi kita semua. Sedangkan tujuannya adalah agar kita tidak begitu saja membuang/membakar limbah bekas tebangan tanpa memanfaatkan terlebih dahulu fungsinya.

Kandungan Bahan Kimia
Kulit kayu mengandung alkaloida ditanin, ekitamin (ditamin), ekitanin, ekitamidin, alstonin, ekiserin, ekitin, ekitein, porfirin dan triperpen. Daun mengandung pikrinin. Sedangkan bunga pulai mengandung asam ursolat dan lupeol.

Fungsi
Kulit kayu dapat untuk mengatasi :
Demam, malaria, limpa membesar, batuk berdahak, diare, disentri, kurang nafsu makan, perut kembung, sakit perut, kolik, kencing manis, tenakan darah tinggi, wasir, anemia, gangguan haid, rematik akut.
Daun dapat untuk mengatasi : Borok, bisul, perempuan setelah melahirkan (nifas), beri-beri dan payudara bengkak karena bendungan ASI.
Akar dapat untuk mengatasi : Sakit badan dan dada
Getah dapat untuk mengatasi : Mematangkan bisul, terkena duri, dan radang kulit

Contoh Pemakaian
Demam
Kulit batang pulai sebanyak 3 g dicuci bersih lalu direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit. Setelah dingin airnya disaring kemudian tambahkan 1 sendok makan madu lalu diaduk merata. Minum sekaligus. Kulit batang bagian dalam diremas-remas dengan daun kelinci (Caesalpinia crista Linn.) dan daun sembung, tambahkan sedikit air. Peras dan saring lalu diminum.

Malaria
Kulit batang pulai yang sudah digiling menjadi bubuk, diambil sebanyak 2 sendok makan. Rebus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin kemudian disaring lalu diminum sekaligus. Lakukan setiap hari sampai sembuh. Selama minum obat ini, hindari makanan yang asam dan pedas. Bila penyakitnya berat, gunakan kulit pulai hitam.

Diare
Minumlah rebusan kulit batang pulai yang telah disaring.
Perut kembung, Limpa membesar
Kulit batang pulai 1/4 jari, daun kumis kucing dan daun poncosudo sebanyak 1/5 genggam, daun pegagan, dan daun meniran masing-masing 1/4 genggam, buah ketapang 1 buah, gula enau 3 jari. Semua bahan dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 3 kali minum. Setiap kali minum cukup 3/4 gelas.

Kencing Manis
Kulit batang pulai sebanyak 2 jari, dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa separonya. Setelah dingin disaring, minum 1/2 jam sebelum makan. Sehari 2 kali, masing-masing 3/4 gelas.

Memperkuat Lambung
Kulit batang pulai lapisan sebelah dalam diremas-remas dengan cuka, lalu minum.

Borok Bernanah
Daun pulai kering digiling menjadi serbuk. Taburkan pada borok bernanah setelah dibersihkan terlebih dahulu. Lakukan 2 kali sehari sampai sembuh.
Membangkitkan selera makan
Sebanyak 10 g bubuk dari kulit batang pula diseduh dengan air mendidih. Tambahkan air perasan 1 buah jeruk limau, 1 sendok makan madu dan sedikit garam, aduk rata. Setelah dingin diminum sekaligus.

Beri-beri
Ambil daun pulai yang masih muda sebanyak 16 lembar, masukkan ke dalam bambu, lalu direbus dengan air bersih. Air rebusannya diminum pada pagi hari. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

Sakit Badan dan Dada
Gunakan akar pulai yang dikunyah dengan pinang. Balurkan ke bagian yang sakit.
Wanita Setelah Melahirkan (untuk membersihkan organ dalam)
Sediakan daun pulai dan rimpang jahe yang segar secukupnya, lalu cuci bersih. Buat menjadi jus atau ditumbuk sampai halus. Saring dan peras, airnya lalu diminum.
Kulit pulai dibersihkan, lalu tambahkan sepotong kunyit, sedikit jahe dan separo buah pala. Rebus dengan cuka encer pada periuk tanah yang tertutup rapat. Setelah mendidih diangkat. Minum selagi hangat.

Catatan

Di Nepal, serbuk kulit kayu pulai digunakan sebagai obat kontrasepsi, dan alkaloid akarnya dikatakan berkhasiat hipotensif dan antikanker.

Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Indonesia (Dr. Setiawan Dalimartha)/Hadi

Iklan

Februari 5, 2008 Posted by | Spesies | , , , | 3 Komentar

C O C……bukan CoooK….

Jam 5 sore saat hujan tiba, Cak Doell berteduh di pos jaga pintu masuk PT. XIP. Disitu kebetulan ada Pak Satpam sedang asyik ngobrol dengan beberapa orang.
Selamat sore pak…sapa Cak Doell. Monggo pak masuk….jawab seseorang yang ternyata bukan satpam tapi suplyer yang sedang ikut berteduh.

He he he….lagi gayeng yo ngobrolnya….ikut berteduh yo pak…mau pulang tapi hujan je..kata Cak Doell ke Pak Satpam. O yo…silahkan pak, wong nggak dipungut biaya ini…jawab Pak Satpam.
Ngomong-ngomong lagi ngobrolin opo kok sampe cekikikan…mesti jorok yo…tanya Cak Doell…..
He..nggak Cak..sitik thok…kata Pak Satpam dan nyelonong keluar mbukakan pintu gerbang karna ada truk mau masuk bawa kayu.
Lho…wis di cek surat jalane pak…tanya Cak Doell ke Pak Satpam. Udah!!! Jawabnya…”kenapa sih harus dicek log lisnya segala….” Tanyanya. O…yo penting no pak..itu kan salah satu bagian COC…jawab Cak Doell singkat. Opo sih COC itu Cak…tanyanya lagi.

Gini tak critani Apa itu COC dan Kenapa COC itu harus…tapi yo…bikinkan kopi sik no..aku…
Setelah nyeruput kopi sambil menghisap rokok Cak Doell “berkotbah” layaknya Calon Walikota….

COC itu dalam bahasa ‘kerennya’ Chain of Costudy yang artinya lacak balak. Jadi COC itu bukan Coook…(umpatan ala jawa timur) sambil ngakak. Maksud dari lacak balak itu untuk mengetahui asal muasal e kayu tersebut. Darimana kayu tersebut harus ketahuan nama petanine, nama suplyere, alamat kebune, desane, kecamatane, jumlah batange, jumlah potongane dan lain-lain.

Walah..walah mumet aku…timpal suplyer yang dari tadi ndengerin “kotbah” Cak Doell…terus opo tujuane Cak…tanyanya dengan serius.
Layaknya Calon Walikota…Cak Doell berkotbah lagi…gini lho… kalo orang itu tertib…pasti hidupnya akan tenang. Contohnya ngene…kamu punya motor sendiri, tapi STNK atau SIM ketinggalan, atau gak ada spionnya….piye coba kalau mau ke kota…gak tenang to…

Sama dengan COC pak…tujuane juga untuk mentertibkan sampean dan perusahaan…Opo gelem sampean di cap mbawa kayu ilegal atau kasare colongan…gak gelem to…parahnya lagi nanti kalau benar-benar kayumu itu curian…urusannya panjang pak…sampean ketangkep polisi hutan/ polisi umum. Sampean wis disita kayune, truk e, malah mlebu penjara…rugi to….akupun sebagai karyawan PT. XIP juga gak mau dibilang penadah kayu curian dong…isin aku…

Perlu sampean ketahui yo…kejadian penangkapan iki sudah sering terjadi di perusahaan perusahaan lain…bahkan sampai perusahaan yang menerima kayu tersebut di segel gak boleh beroperasi….piye jal….rugi suplyer juga rugi perusahaan to…Lha ini gimana kalo menimpa sampen sebagai suplyer di PT. XIP.

Makane di Nomeri tunggul dan batange… jo lali ngisi log listnya bener kalo masih mau masukin kayu ke sini….kasihan sampean dan aku to…apa lagi karyawan di XIP sini ribuan…yen di segel nganggur kabeh pak…

sekali lagi aku minta sampean untuk tertib njalani COC yang telah ditentukan oleh PT. XIP kalo masih punya hati nurani bagi ribuan “Buruh” yang mencari sesuap nasi disini…yo wis pak…wis jam 6 hujane yo wis reda…aku tak pamit pulang dan makasih kopinya Pak Satpam…kapan-kapan disambung lagi….

(by Gandhoel)

Februari 5, 2008 Posted by | Sertifikasi | , , , | Tinggalkan komentar