Ozon-SILAMPARI

Buletin Online Wang Kite

PELESTARIAN POHON PULAI DAN LABU

Pada awal bulan Maret 2008 PT.XIP membagikan bibit pulai darat (pulai hitam) di desa Bumiagung sebanyak 2000 batang kepada 4 petani yaitu:
1. Muhamad (Bapak Kepala Desa)
2. Miskun
3. Marjuki
4. Marsal
Bersamaan dengan pembagian bibit tersebut, dibentuk pula kelompok tani dengan peserta yang sama. Untuk mencapai keberhasilan penanamannya di sela-sela kebun karet dan pekarangan, PT.XIP menyediakan biaya pemeliharaan sebesar Rp. 1.000,- per batang. Keseluruhan biaya tersebut telah diserahkan kepada Kepala Desa Bumiagung untuk dibagikan kepada anggota kelompok tani.

Dijelaskan pula bahwa biaya pemeliharaan ini akan diberikan setiap setahun sekali selama 3 tahun berturut-turut. Diharapkan setelah pemeliharaan selama 3 tahun ini, tanaman pulai bisa tumbuh secara mandiri dan mampu bersaing dengan tanaman sekitarnya.
Pola pembentukan kelompok tani seperti ini akan terus dilanjutkan untuk menggantikan pola pembentukan kelompok tani yang terdahulu.

Melalui pengamatan yang cukup lama, ditemukan bahwa pola pertama memiliki tingkat efisiensi yang rendah, di mana biaya produksi lebih tinggi dan membutuhkan waktu yang relatif lama, yaitu sekitar 15 tahun, dimana memerlukan biaya pemeliharaan sebesar Rp.5.000,-/batang/tahun.

Sedangkan pola kedua, saat ini bagi perusahaan merupakan alternatif yang terbaik. Secara teoritis, setiap rotasi memerlukan waktu 5 tahun. Diharapkan mulai tahun keenam (tahun 2013) PT.XIP mampu memanen pohon pulai dengan diameter rata-rata 25 cm sebanyak 100.000 batang.

PT.XIP sangat berharap sekali peran serta dari masyarakat untuk ikut bergabung menjadi kelompok tani demi keberhasilan pelestarian pohon Pulai dan Labu di wilayah Kabupaten Musi Rawas.

baca juga:

Pentingnya Kelompok Tani

Pohon Pulai

Pohon Labu

Buletin OS Edisi XI April 2008.pdf (44 kb)

Donlot Buletin OS Edisi I s/d XI

April 26, 2008 - Posted by | Musirawas, Spesies, XIP | , , , , ,

1 Komentar »

  1. Minta tolong disosialisasikan mengenai kampanye ini. Satwa Indonesia yang dilindungi sudah mengalami penurunan drastis dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

    Komentar oleh Cegah Satwa Punah | Mei 19, 2008


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: