Ozon-SILAMPARI

Buletin Online Wang Kite

Budidaya Lebah Madu

Berkaitan dengan upaya pemberdayaan masyarakat XIP tengah mendalami kegiatan beternak lebah madu di :

Pusat Perlebahan Pramuka (Apiari Pramuka)
Komplek Wiladatika, Cibubur
Jakarta Timur 13720
Telp/Faks. : 021-8445104

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari pelatihan pembuatan kompos dan kertas daur ulang. Berdasarkan evaluasi internal kedua jenis pelatihan ini masih belum diterima oleh masyarakat dengan baik. Mudah-mudahan dengan hadirnya pelatihan ternak lebah madu, bisa memberikan hasil dan manfaat lebih baik lagi bagi masyarakat.

Perlengkapan ternak lebah madu skala kecil atau masa percobaan diantaranya yaitu:

  1. Kotak kosong unggul 1 buah
  2. Ekstraktor unggul 1 buah
  3. Smoker 1 buah
  4. Topi dan masker 1 buah
  5. Pengungkit dan pisau madu 1 buah
  6. Sikat lebah 1 buah
  7. Sarang pondasi unggul 10 lembar
  8. Bingkai sarang 10 buah
  9. Koloni lebah unggul 2 kotak

Munculnya ide ternak lebah madu diawali ketika XIP dan SmartWood melakukan monitoring penebangan di desa Beringinsakti, Kecamatan Rawasilir. Selepas keluar dari lokasi kami bertemu dengan petani yang menawarkan madu.

Dia menjelaskan bahwa madu yang berasal dari kebunnya tersebut dihasilkan dari lebah yang menghisap madu dari bunga tanaman dan pohon yang tumbuh di sekitar rawa-rawa.

Kita juga mengetahui bahwa madu yang dijual masyarakat disini kebanyakan berasal dari alam. Muncullah ide budidaya/ternak lebah madu.

Berdasarkan literatur, madu yang dikonsumsi secara teratur memiliki manfaat:

  1. meningkatkan daya tahan tubuh
  2. menyembuhkan darah tinggi dan darah rendah
  3. membuat enak tidur
  4. mengobati rematik
  5. memperlancar fungsi otak
  6. menyembuhkan luka bakar

Pemberdayaan Masyarakat

Mei 30, 2008 Posted by | XIP | , , | 43 Komentar

AUDIT TAHUNAN (2)

Pola pemanfaatan kayu rakyat yang dianut mengondisikan dan mewajibkan XIP untuk terus mengembangkan kelompok tani yang ada setiap tahunnya. Dengan terbentuknya kelompok tani kebun karet binaan PT.XIP, akan meningkatkan kualitas COC yang sedang dijalankan XIP sekaligus lebih menjamin pengaturan hasil hutan/kebunnya di masa yang akan datang. Sehingga pengamatan stok kayu bisa berjalan lebih baik lagi.

Di lain pihak, evaluasi yang baru saja dilakukan khususnya berkaitan dengan persyaratan keanggotaan kelompok tani di desa Sumberharta, ditemukan sekitar 50 % anggota bersedia melengkapi salah satu persyaratan administrasinya yaitu memberikan salinan surat kepemilikan lahan.

Berdasarkan keterangan Ketua Kelompok Tani Sumberharta Bapak Riyadi, sebagian besar anggota kelompok tani masih ragu untuk memberikan salinan/focopy surat kepemilikan lahan kepada XIP. Mereka khawatir dengan memberikan salinan tersebut lahan beserta isinya suatu saat akan diambil oleh XIP. Bapak Riyadi sudah berupaya menjelaskan sejelas-jelasnya, tapi anggota masih juga ragu.

XIP bisa memahami kekhawatiran anggota. Perlu dijelaskan bahwa tujuan XIP meminta salinan surat kepemilikan lahan ini adalah XIP hanya ingin memastikan bahwa pulai/labu yang didaftarkan oleh anggota memang benar-benar berada di lahan mereka atau tidak, itu saja. Seperti yang dijelaskan pada Prinsip FSC nomor 2 tentang HAK DAN TANGGUNG JAWAB PENGGUNAAN LAHAN SERTA KEPASTIAN KAWASAN bahwa XIP yang sedang menjalani program sertifikasi wajib menjamin kepastian lahan yang dikelola, termasuk lahan kelompok tani, dengan cara menunjukkan salinan surat kepemilikan lahan yang sah.

Perlu kita pahami pula bahwa, salinan/fotocopy surat kepemilikan lahan tidak bisa digunakan oleh siapapun untuk mengakui lahan yang tercantum dalam surat tersebut. Jadi tidak mungkin XIP akan secara otomatis menyerobot lahan petani, hanya karena diberi salinan/fotocopy surat kepemilikan lahan.

Seperti yang tercantum di dalam Surat Pendaftaran Anggota Kelompok Tani, dijelaskan bahwa keanggotaan bersifat sukarela. Dan dijelaskan pula bahwa petani yang mendaftar menjadi anggota kelompok tani binaan XIP, wajib melengkapi persyaratan dan mentaati kewajiban-kewajiban yang ada. Artinya, anggota yang tidak memenuhi persyaratan dan tidak mentaati kewajiban dianggap mengundurkan diri.

Mudah-mudahan uraian ini bisa dipahami, dan dalam waktu dekat petugas XIP akan mengajak diskusi secara langsung dengan anggota kelompok tani.

Audit Tahunan 2008 (1)

Pentingnya Kelompok Tani bagi PT.XIP

FSC STD 01 001 V4 0 EN FSC Principles and Criteria.pdf

Uraian singkat 10 Prinsip dan Kriteria FSC

Mei 30, 2008 Posted by | XIP | , | 1 Komentar

AUDIT TAHUNAN 2008 (1)

Secara umum setiap audit tahunan SmartWood selalu memeriksa dan menilai kinerja perusahaan dalam hal upayanya mentaati 10 Prinsip dan Kriteria FSC

Audit kali ini SmartWood memeriksa banyak hal terutama mengenai perbaikan Rencana Pengelolaan (Management Plan) XIP, sejauh mana Rencana Pengelolaan tersebut menggambarkan aksi pengelolaan pulai dan labu masyarakat hingga realisasinya di lapangan dengan baik, dari tingkat petani, kebun hingga kayu diproses menjadi slat pensil.

PENEBANGAN BERDAMPAK MINIMAL (REDUCED IMPACT LOGGING)

Kemudian hal utama lainnya adalah pengembangan tata cara/prosedur penebangan berdampak minimal. Sampai saat ini realisasi metode penebangan ini memang belum terlaksanakan 100%. Di beberapa lokasi XIP berhasil menekan limbah tebangan, dan beberapa tempat lainnya masih ditemukan sisa tebangan yang seharusnya bisa dimanfaatkan, terlebih untuk lokasi yang jauh dari pemukiman penduduk (desa)

Semperan/ sisa potongan kayu tidak bisa dikeluarkan dari lokasi tebangan untuk dibawa ke pabrik. Hal ini dikarenakan biaya pengangkutan semperan tersebut sangat tinggi, tidak ekonomis, sehingga semperan lama kelamaan membusuk di tempat.

Lain halnya dengan lokasi tebangan yang berdekatan dengan desa. Tanpa dibawa ke luar, semperan masih mudah diangkut dan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk keperluan tambahan kayu bakar, kandang ternak, pagar rumah dan lain-lain.

Penekanan jumlah semperan yang tertinggal di lokasi tebangan menjadi topik pembicaraan hangat di XIP. Setelah melalui diskusi berkali-kali ditemukan titik terang, solusi sementara :

  1. Membawa mesin portabel ke lokasi tebangan untuk memproses kembali semperan menjadi slat pensil. Kendala yang dihadapi adalah seberapa besar investasi yang bakal ditanamkan dan seberapa besar hasil yang diperoleh. Mengingat mesin portabel pun memerlukan sumber listrik seperti genset. Belum lagi perangkat pendukung lainnya, pengasah gergaji, bengkel dll.
  2. Mengangkut semperan dan membawanya langsung ke pabrik. Kendala yang dihadapi yaitu biaya pengangkutannya pun ternyata sama besarnya dengan biaya mengangkut log atau pun balok kaleng. Salah satu pertimbangan pekerja adalah tingkat kesulitan membawa semperan cukup tinggi, bentuk semperan yang ada sangat beragam, sedangkan jarak yang ditempuh sama jauhnya dengan membawa log atau balok kaleng.
  3. Mengeluarkan semperan dari lokasi tebangan ke desa terdekat dan menghibahkannya kepada masyarakat guna keperluan tambahan kayu bakar dan keperluan bahan bangunan lainnya. Di antara kemungkinan di atas, alternatif ini merupakan langkah terbaik sebagai upaya memperkecil limbah tebangan di lokasi.

Pelajaran ini sangat bermanfaat khususnya bagi XIP, apabila suatu saat XIP mengelola sumber kayu yang berada jauh dari desa atau juga aksesibilitas yang rendah, sebelum penebangan petugas XIP sangat perlu mensosialisasikan pola kerja di atas, bagi operator chainsaw sangat penting mempraktekkan cara pemotongan kayu seefisien mungkin untuk memperkecil limbah tebangan.

Dalam hal ini pesan penting yang bisa kita tangkap, pemerintah dan lembaga internasional pemberi sertifikat seperti FSC, mewajibkan kepada perusahaan untuk tidak bersikap boros dengan menyia-nyiakan semperan, menghargai kayu yang kita tebang dimana kayu ini berasal dari pohon yang hidup sejak puluhan tahun yang lalu dan kita pun tidak ingat, banyak jasa dan manfaat yang diberikan oleh pohon tersebut bagi lingkungan dan masyarakat.

Selain itu pula secara umum dalam hal melaksanakan kegiatan penebangan seluruh perusahaan wajib memperhatikan aspek ekologi, sosial dan ekonomi. Pemerintah dan FSC melarang penebangan yang bisa mengakibatkan kerugian dan kerusakan terhadap alam sekitar, merugikan bagi masyarakat dan pekerja, serta penebangan yang tidak memperhatikan kelestarian hasil dimana penebangan melebih stok/jatah yang ditetapkan, melebihi tingkat pertumbuhan pohon/tegakan tersebut.

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

SmartWood juga memeriksa pengembangan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja XIP dan juga penerapannya di lapangan. K3 merupakan elemen sangat penting yang harus dijalankan oleh semua perusahaan. Prosedur atau juga dikenal sebagai SOP mengenai K3 telah disusun dan dikembangkan oleh XIP. Samapai ini pun penerapannya juga masih belum sempurna 100%. Kami menyadari bahwa melakukan suatu perubahan perilaku/ budaya kerja dari tingkat petani, suplayer hingga karyawan memerlukan waktu yang panjang, tidak secepat membalikkan tangan. Kewajiban perusahaan adalah menyediakan peraturan kerja/prosedur menyangkut K3, mensosialisasikannya, menyediakan Alat Pelindung Diri (APD), monitoring dan evaluasi, dokumentasi. Dengan adanya Sistem Manajemen K3 (SMK3) yang baik diharapkan mampu menurunkan angka kecelakaan dan penyakit akibat kerja, sehingga dapat meningkatkan produktivitas di lingkungan kerja.

Audit Tahunan 2008 (2)

Pedoman dan Perspektif Rencana Pengelolaan (pdf. 173 Kb)

Buletin OS Edisi XII (pdf. 52 Kb)

Buletin OS Edisi I s/d XII

Pedoman RIL Indonesia 1 s/d 5

Mei 30, 2008 Posted by | XIP | , , , , | 1 Komentar

Screenshot Pembuatan Pensil STAEDTLER

Memang repot donlot file dengan memori yang cukup besar seperti file video cara pembuatan pensil oleh Staedtler, 55 MB, terutama bagi kita yang koneksi internetnya pas2an atau bandwith yg amat terbatas.

Di postingan kemaren, screenshot-nya cuma 5 gambar tentunya kurang memuaskan bagi kita untuk melihat gambaran yg menyeluruh dari video tersebut. Maklum capture gambarnya manual seh… 😛

Karena itulah kami coba bikin skrinsut yang lebih banyak lagi dan lumayan praktis, seperti di bawah ini:

ok…semoga membantu

salam…..

cara bikin screenshot

screenshot lama

menggambar pensil

Mei 25, 2008 Posted by | Musirawas | , | 1 Komentar