Ozon-SILAMPARI

Buletin Online Wang Kite

PENTINGNYA KELOMPOK TANI BAGI PT.XIP

Sebagai Group Manager, PT.XIP tengah berupaya mengembangkan kelompok tani yang bakal mensuplai kayu secara terus menerus dan berkesinambungan. PT.XIP lebih tepat dikategorikan sebagai Group Manager karena didasarkan atas sistem pemanfaatan kayunya, yaitu kayu jenis Pulai dan Labu sebagai bahan baku berasal dari petani melalui banyak suplayer. Berbeda halnya sistem yang dipakai oleh HPH atau HTI, mereka memiliki ijin untuk mengelola suatu kawasan hutan, oleh karenanya HPH dan HTI lebih tepat dikategorikan sebagai Pengelola Hutan (Forest Manager).Berkaitan dengan hal ini, PT.XIP sangat penting membina hubungan yang baik antara perusahaan dengan suplayer dan petani demi kelangsungan produksinya.

Dari beberapa obrolan bersama suplayer, ditemukan beberapa kendala dalam hal kelancaran (konsistensi) suplai kayu ke PT.XIP. Tidak seluruh suplayer bisa mensuplai kayu secara teratur ke PT.XIP setiap bulannya. Hal ini banyak faktor yang mempengaruhi, seperti modal dan jarak asal kayu ke pabrik. Selain itu pula musim hujan juga dapat memperlambat proses pengangkutan di mana banyak jalan desa di berbagai daerah masih belum diaspal. Pengangkutan pun terpaksa tertunda 1 atau beberapa hari sampai jalan yang berlumpur kering dan bisa dilewati oleh mobil angkutan.

Seperti yang telah ditekankan oleh SmartWood, PT.XIP wajib membentuk kelompok tani. Hal ini erat kaitannya dengan jaminan pasokan kayu di masa yang akan datang. Dengan terbentuknya kelompok tani pemelihara pulai dan labu, PT.XIP mampu mengatur jadwal tebang masing-masing pohon yang dimiliki oleh petani tersebut.

Logikanya, semakin banyak kelompok tani yang terbentuk, semakin banyak pula pohon yang telah dijadwal untuk ditebang setiap tahunnya. Pengaturan tebangan yang disarankan adalah sepanjang 15 tahun. Dimana berdasarkan pengamatan diketahui bahwa umur masak tebang terlama untuk jenis kayu pulai dan labu adalah 15 tahun. Tentunya setelah penebangan petani wajib menanam pohon minimal sebanyak yang telah ditebang, dimana PT.XIP telah menyiapkan secara cuma-cuma bibit pulai dan labu bagi petani tersebut.

Mengingat pasokan kayu oleh petani ke PT.XIP melalui perantara yaitu suplayer, PT.XIP sangat perlu lebih meningkatkan posisi dan peran suplayer untuk mengembangkan kelompok tani yang dimaksud. Dengan keterlibatannya secara aktif, suplayer pun bisa memasok kayu lebih konsisten dan teratur dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Selama ini SmartWood menilai bahwa penanaman masih banyak terbebankan pada petani. Suplayer lebih banyak membeli dan memanen kayu daripada menanam. Seharusnya suplayer pun bisa bekerjasama dengan petani setelah kayu dipanen, petani dan suplayer bersama-sama menanam pulai dan labu di lokasi yang sama.

Diharapkan beberapa tahun yang akan datang suplayer bisa memanen kembali kayu pulai/labu yang pernah ditanam bersama petani beberapa waktu yang lalu (sistem rotasi). Disinilah inti atau maksud dan tujuan dari pembentukan kelompok tani yang diwajibkan oleh SmartWood kepada PT.XIP, yaitu meningkatnya kepastian bahan baku yang berkesinambungan.

Dengan terbentuknya kelompok tani, bagi PT.XIP pengorganisasian setiap kegiatan, seperti misalnya sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Cara penebangan berdampak minimal, upaya pengelolaan lingkungan, perbaikan jalan, penerapan lacak balak (Chain of Custody), survey potensi, analisa vegetasi, penyusunan rencana kerja tahunan, pengajuan pembelian kayu setiap bulan dan seterusnya, akan lebih mudah terencana dan terealisasi. Dan seharusnya bagi suplayer keuntungan yang diperoleh terutama, pemasokan kayu bisa lebih teratur setiap tahunnya dan beberapa tahun (5 atau 10 tahun) yang telah dirancang bersama PT.XIP, dan dengan harga tawar yang lebih baik. Petani karet pun bisa memperoleh hasil sampingan dari tanaman pulai atau labunya secara berkelanjutan dari tahun ke tahun.

Khususnya di bidang pengadaan bahan baku, masih nampak terbelenggu oleh pemikiran adanya kendala keterbatasan staf, atau personel. Apabila ditilik lebih jauh lagi, seluruh kayu yang masuk adalah berasal dari petani melalui suplayer. Suplayer inilah yang menjadi anak buah karena benar-benar langsung dibawah kendali divisi pengadaan bahan baku. Seperti yang telah dinyatakan sebelumnya, PT.XIP sangat perlu meningkatkan peranan suplayer mengingat fungsinya amat penting yaitu sebagai ujung tombak bagi perusahaan.

SmartWood menekankankan bahwa dalam upaya pengadaan bahan baku, perusahaan tidak hanya sebatas membeli bahan baku. Tanggung jawab mereka sebenarnya lebih dari itu.

  • Bagaimana perusahaan menjamin pasokan kayu dalam jangka pendek dan jangka panjang?
  • apakah penebangannya merusak lingkungan?
  • apakah penebangan cukup aman bagi para penebang?
  • bagaimana perusahaan melindungi kawasan yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai kawasan lindung dan konservasi?
  • bagaimana dampak sosial yang diakibatkan oleh penebangan?
  • bagaimana perusahaan merawat jalan dan cara mencegah erosi akibat penebangan?
  • bagaimana dampak ekonomi bagi suplayer, regu penebang hingga ke petani akibat operasi penebangan yang dilakukan?
  • berapa besar biaya yang diperlukan untuk kegiatan itu semua? dan seterusnya.

Pengadaan bahan baku melingkupi apa yang disebut sebagai Forest Management (pengelolaan hutan).

Kegiatan-kegiatan yang ada di dalam program sertifikasi (baik dalam maupun luar negeri) bukanlah suatu barang baru bagi setiap perusahaan. Jauh sebelum adanya sertifikasi pemerintah telah banyak mengeluarkan peraturan perundangan dan pedoman-pedoman yang berkaitan dengan bidang usaha suatu perusahaan. Contohnya, masalah K3 baik itu lokasi penebangan maupun di pabrik, berbagai Undang-undang, SK Menteri dll telah diterbitkan dan wajib dilaksanakan oleh perusahaan. Dan sertifikasi itu sendiri dapat diartikan sebagai bentuk pengakuan resmi oleh suatu lembaga independen (internasional ataupun nasional) bahwa perusahaan mendukung sistem pengelolaan hutan dengan baik dan bertanggung jawab dengan melaksanakan kewajiban-kewajiban yang dibebankan oleh pemerintah dan perjanjian internasional.

Inti permasalahannya yaitu, komitmen. Dengan kemauan yang sungguh-sungguh oleh berbagai tingkat pimpinan hingga ke petani, seluruh kewajiban yang disebutkan diatas pasti terlaksanakan dengan baik. Demikian dan semoga bermanfaat dan CMIIW

yang terkait:

KELOMPOK TANI

Forest Stewardship Council

Buletin OS Edisi X April 08.pdf (60 kb)

Donlot Buletin OS Edisi I s/d X

Iklan

April 20, 2008 Posted by | XIP | , , , , , | Tinggalkan komentar

PENTINGNYA PENGUKURAN DIAMETER POHON

Setiap perusahaan yang bergerak di dalam pemanfaatan kayu, secara ekonomis pasti mempunyai limit (batas) terkecil diameter kayu yang ditebang. Tidak terkecuali bagi perusahaan pulp & paper (pembuatan kertas) memiliki hutan tanaman dimana pohon-pohonnya harus dibesarkan terlebih dahulu.

Perusahaan perlu mengetahui berapa lama suatu jenis pohon mampu tumbuh hingga mencapai diameter yang diinginkan. Dengan mengetahui umur masak tebang suatu jenis pohon, perusahaan mampu menetapkan kapan pohon tersebut ditebang, berapa banyak pohon yang boleh ditebang dalam suatu kawasan. Hal ini berkaitan dengan upaya pengaturan hasil hutan kayu secara berkesinambungan.

Pertumbuhan pohon sangat dipengaruhi oleh jenis dan dimana dia tumbuh. Jenis pohon berkaitan erat dengan faktor genetis atau disebut juga faktor keturunan. Walaupun beberapa pohon dengan jenis yang sama, tetapi berasal dari induk yang berlainan, pertumbuhan masing-masing pohon tersebut akan berlainan pula. Apalagi bagi pohon-pohon yang berlainan jenis (misal antara pohon pulai dan pohon labu atau bahkan dengan pohon Jati)

Pohon yang tumbuh di tempat yang berbeda akan menampakkan hasil berlainan. Kita juga mengetahui ada tipe tanah kering dan tipe tanah basah. Selain itu juga ditemukan banyak jenis tanah berlainan, dari segi warna, ada tanah hitam, merah bahkan kekuningkuningan. Ada juga tanah bertekstur halus, sedang dan kasar. Setiap jenis tanah ini mengandung unsur hara berlainan. Oleh karenanya bagi tanaman ditemukan pula tanah yang subur dan tanah yang tandus, atau sering disebut juga tanah marjinal (kurus) karena sangat sedikit mengandung unsur hara yang diperlukan bagi tanaman.

Bagaimana tanah tersebut diketahui ada yang subur dan ada pula yang kurus? Kata para ahli, setiap tanah berasal/ terbentuk dari bahan yang berbeda yaitu dari banyak jenis batu-batuan di masa lampau. Selain itu juga dipengaruhi oleh lamanya pelapukan batu-batuan menjadi tanah.

Faktor ketinggian permukaan tanah juga mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Jenis tanaman di wilayah sekitar pantai pastilah berbeda dengan jenis tanaman di wilayah pegunungan.

Selain jenis tanah, faktor luar (eksternal) yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman adalah iklim. Tanaman yang asalnya tumbuh di daerah iklim yang selalu dingin tidak akan tumbuh dengan baik atau bahkan mati jika ditanam di daerah tropis, begitu juga sebaliknya. Ditemukan berbagai macam jenis tanaman di daerah tropis, namun di daerah dingin seperti di daratan eropa tanaman pohon didominasi oleh tanaman berdaun mirip jarum seperti contohnya Pinus dan Cemara, sering disebut juga sebagai kelompok tanaman Kornifera.

Kembali kepada pengaturan hasil hutan secara lestari, pemerintah selalu menetapkan apa yang disebut dengan Jatah Tebang Tahunan (JTT) bagi setiap perusahaan yang memanfaatkan hasil hutan kayu. JTT ini ditetapkan berdasarkan penilaian menyuluruh khususnya potensi kayu yang ada di dalam wilayah ijin yang diberikan pemerintah kepada perusahaan guna kelangsungan produksi dalam jangka waktu yang panjang.

Berkaitan dengan hal ini kegiatan pemanenan/ penebangan yang akan dilaksanakan tidak boleh melebihi besarnya tambah tumbuh suatu jenis pohon. Tambah tumbuh atau lebih dikenal dengan Riap diperoleh dari hasil pengukuran diameter dan tinggi suatu jenis pohon yang berada di dalam Plot/Petak Ukur Permanen (PUP).

Untuk kepentingan tersebut sejak tahun 2000 PT.XIP telah mengembangkan 150 buah PUP. Dikarenakan beberapa petani mengundurkan diri karena berbagai alasan seperti kebunnya dijual, dibongkar untuk ditanami dengan pohon karet peremajaan, nomor yang tertulis/tertempel pada pohon hilang dsb, sebagian besar PUP tersebut diganti dengan PUP yang baru.

Di tahun 2007 PT.XIP mengadakan kerjasama lagi dengan petani untuk membuat PUP. Sampai saat ini telah terbentuk PUP sebanyak 60 buah baik untuk jenis pohon Pulai maupun Labu di wilayah Kabupaten Musi Rawas.

yg terkait:

PENGADAAN Bibit Pulai Melalui STEK

Pohon Labu (Endospermum sp)

KENALI-lah Pulai (Alstonia sp) Jika INGIN MENCINTAINYA (Bagian I)

April 18, 2008 Posted by | Spesies | , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Jorge Lorenzo, ARRRRGH !!!!!

Mungkin Anda pun akan meramal, Lorenzo lah Juara Dunia MotoGP musim ini. Aksi membalap lomba sore tadi di Portugal amat mengagumkan penonton. Pada laps 16 terakhir Lorenzo mampu memotong pimpinan sementara, Valentono Rossi, tepat di dua tikungan aduhai dan sedikit nanjak, balik memimpin tanpa terkejar hingga garis finish 28 laps. Dari namanya saja sudah keren, lidah orang Indonesia pun tidak sulit mengucapkannya. Enakan Jorge Lorenzo ketimbang Horge Lorenzo 😀

Iya seh, terlalu dini menyebut Jorge Lorenzo sebagai Juara MotoGP 2008. Pada sesi pertama Sang Juara Dunia penunggang Ducati, Casey Stoner berhasil menyelesaikan lomba dengan sempurna. Dia tidak akan menyerahkan mahkotanya dengan gampang, apalagi kepada pendatang baru 😉 . Pada Sesi lomba ke dua di sirkuit Jerez Spanyol Dani Pedrosa meraih podium pertama dan meninggalkan jauh pembalap lainnya. Lawan tangguh lainnya Valentino Rossi pun nampaknya haus kemenangan.

MotoGP 2008 akan berlangsung penuh kejutan dan tentunya menyegarkan. Jago-jago 250 cc berdatangan menantang kehebatan motor Ducati; Lorenzo, Dovizioso, Toseland, Angelis.

Peluang juara untuk Rossi masih ada, walaupun pertandingan ini semakin ketat. Setelah dikalahkan oleh Hayden di tahun 2006, Rossi berharap bisa menyabet gelar di tahun 2007. Tidak disangka, Stoner tampil dominan dan benar-benar mengesankan. Ducati terlampau kuat untuk dikalahkan, Rossi pun selalu menyalahkan ban Michelin yang selalu kedodoran. Bos Yamaha pun mengabulkan permintaannya, tahun 2008 Rossi boleh pake Bridgestone. Tiga kali berlomba hasilnya lumayan, walaupun belum terlalu signifikan Michelin jadi biang kerok kekalahan race musim lalu, kasih daaaah 😀 Lorenzo dan Pedrosa pake Michelin lho

Rossi merupakan pembalap flamboyan, punya segudang teknik hebat. Makanya dia bisa Juara dunia di dua motor yang berbeda, Honda dan Yamaha. Sampai-sampai pengamat waktu itu bilang, motor apapun yang dipake Rossi, dia akan masih bisa jadi juara. Mungkin eranya sudah akan lewat, bibit-bibit unggul bermunculan.

Hasil sementara

  1. Lorenzo 61
  2. Pedrosa 61
  3. Rossi 47
  4. Stoner 40
  5. Toseland 29
  6. Capirossi 26
  7. Hopkins 24
  8. Edwards 22
  9. Dovizioso 21
  10. Hayden 19

Pertandingan selanjutnya di negeri tirai bambu Shanghai Circuit 4 mei 2008

Buletin Wang Kite kok ngebahas MotoGP seh? hehehehhe abis suka seh…gapapa kan?

DAHSYATNYA LORENZO

MOTOGP

DUCATIMONSTER

April 14, 2008 Posted by | Olahraga | , , , , , | 2 Komentar

PENGADAAN Bibit Pulai Melalui STEK

(Disusun oleh: Silvanus)

A. Pendahuluan
Jenis Pulai (Alstonia scholaris R.Br) sangat langkah ditemukan, sulitnya benih diperoleh menjadi salah satu kendala penanaman jika diusahakan secara besar-besaran. Beberapa penelitian menunjukan bahwa perbayakan jenis Pulai mudah dilakukan melalui pembiakan vegetatif. Hormon tumbuh endogen yang ada dalam bahan stek tersedia dalam jumlah yang cukup merangsang pembentukan tunas dan akar.
Pulai dapat mencapai tinggi total 50 m dengan tinggi bebas cabang sampai 30 m. Diameter sampai 60 cm, batang lurus dan beralur dangkal. Kayunya digunakan antara lain untuk perabotan rumah tangga, korek api, peti, dll. Selai kayunya pohon pulai juga dapat dimanfaatkan getahnya untuk bahan obat dan permen (Martawijaya, et.al. 1981)
Pembiakan sacara vgetatif dapat menghasilkan bibit homogen dengan jumlah dan waktu yang diinginkan dapat digunakan untuk menganalisa tempat tumbuhdan dapat dihasilkan dengan mutu genetic yang sama dengan induknya.

B. Pembangunan Kebun Pangkas
Pengadaan Tanaman Induk.
Sebagaimana hal nya benih, bahan stek juga harus memperhatikan beberapa factor yang mempengaruhi kualitas tegakan dimasa yang akan dating. Variasi dalam tegakan , misalnya variasi geografis, individu dalam tegakan serta veriasi dalam pohon memiliki kontribusi yang sangat besar. Kebun pangkas dapat menghasilkan hutan berproduktifitas tinggi perlu memiliki dua persyaratan, yaitu :
1.    Dibangun dari benih hasil persilangan terkendali antara tetua-teu yang telah teruji.
2.    Secara fisiologi masih dalam keadaan muda.
3.
C. Penanaman dan Pemeliharaan
Agar kebun pangkas dapat menghasilkan bahan stek yang baik, cukup, serta berkesinambungan perlu ditangani secara intensif melalui:
1.    Penyiangan
2.    Pemberantasan hama dan penyakit.
3.    Pelabelan, pemetaan, pecatatan perlakuan
4.    Pengendalian juvenilitas
5.    Manajemen pemupukan
Kegiatan-kegiatan ini sangat memudahkan dalam evaluasi bibit yang dihasilkan
serta kebenaran dan kejelasan asal usul sumber bahan stek. Pengendalian Juvenilisasi ditujukan  untuk mempertahankan kemudahan bahan stek sehingga pertumbuhan kayunya tetap tinggi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara pemupukan dan pemangkasan.
Luas kebun pangkas tergantung pada luas penanaman yang direncanakan dan persentase keberhasilan perakaran stek. Jarak tanam yang rapat memerlukan penanganan yang lebih intesif.

D. Pruduksi Bahan Stek
Arsitektur Tanaman Pulai
Dalam pembangunan kebun pangkas, arsitektur tanaman perlu diketahui untuk menentukan jarak tanam, model pemangkasan dan dapat untuk memperkirakan produksi bahan steknya. (Lape dan Smith. 1972) mengatakan bahwa keberhasilan stek ditentukan oleh hubungan arsitektur bibit dengan sifat juvenilisasi bahan stek.
Menurut whitmore (1972) mengatakan bahwa pohon pulai muda umumnya memiliki tajuk onopodial dan setelah tua menjadi sympodial. Anakan pulai memiliki batang yang lurus dengan percabangan tipe terminalia. Percabangan akan menua kemudian tumbuh tunas axsilar menjadi batang utama.
Pemangkasan
Dengan memperhatikan arsitektur tanaman muda Pulai , pemangkasan dapat mempergunakan model reiterasiproleptis yaitu pemangkasan untuk merangsang pertumbuhan tunas othotrop yang terdapat pada cabang untuk menggantikan tajuk yang hilang.
Pemangkasan dapat dilakukan sejak tanaman berumur 6 bulan. Produksi bahan stek pada awal pemotongan (umur 6 bulan) , setiap tanaman induk menghasilkan 5 stek. Setelah itu tanaman indukakan menghasilkan tanaman baru rata-rata empat tunas.

E. Perakaran Stek
Bahan Stek
Bahan stek dapat berupa stek batang atau stek pucuk. Bahan stek yang baik adalah bahan yang sudah berkayu tetapi masih juvenile dan dalam keadaan dorma terutama bila menggunakan bahan stek pucuk.
Media Tumbuh
Media tumbuh stek Pulai dapat menggunakan media porus seperti media pasir atau sabut kelapa, tetapi dapat juga menggunakan media tanah yang ditempatkan pada polybag. Pada media pasir pasir dan sabut kelapa masih perlu ditambahkan pupuk NPK (2-3 gram/pollybag) selam masa pembibitan.
Hormon Tumbuh
Untuk mempercepat pembentukan akar stek Pulai dapat menggunakan hormone tumbuh seperti Rotone-F. Pemberian Rotoone-F dengan dosis 50mg/stek pada bahan stek batang bagian pangkal, ditanamn pada media sabut kelapa dapat menghasilkan persen stek bertunas 93,33%. Pemberian hormone perakaran pada stek Pulai tidak mutlak, karena kemungkinan hormone tumbuh endogen untuk perangsangan pembentukan tunas dan akar yang ada dalam bahan stek cukup tinggi sehingga tidak perlu diberikan dari luar. Tanpak pemberian hormone tumbuhpun stek Pulai dapat menumbuhkan tunas dan akar dengan cepat dan normal.
Tempat Pertumbuhan Stek Pulai
Dalam perakaran stek tempat pertumbuhan memiliki peran yang penting, terutama untuk mengoptiumumkan kondisi kelembaban,suhu,cahaya dan kecukupan air serta oksigen. Tempat pertumbuhan dapat menggunakan tempat pertumbuhan yang paling sederhanan seperti sukup plastic atau rumah pertumbuhan stek yang dilengkapin dengan system penyiraman dan pengaturan suhu dan kelembaban yang otomatis. Bahkan pada musim penghujan stek Pulai dapat ditanam langsung pada lokasi lahan yang subur yang digemburkan.
Penanaman
Stek Pulai yang telah berakar, yaitu sekitar berumur 2-3 bulan berada ditempat pertumbuhan akar, kemudian diaklimatisasi atau dikondisikan ditempat persemaian yang dinaungi sadding net dengan intensitas cahaya yang maksimal 50%. Biarkan ditempat ini minimal satu bulan. Setelah itu bibit pulai biakan vegetatif asal stek siap ditanam dilapangan. Penanaman pulai dilapangan dapat menggunakan sitem jalur maupun terbuka. Selain itu pada lubang tanam dapat ditambahkan pupuk NPK 10-20 gram/.lubang.

April 5, 2008 Posted by | Spesies | , , , | 7 Komentar

Jadwal Audit

Pertama- tama kami mohon maaf sudah sebulan buletin tidak terbit. Hal ini disebabkan kesibukan tim redaksi mempersiapkan Audit tahunan yang diselenggarakan bulan maret dan Mei 2008.

Seperti yang telah diketahui pada tahun 2007 PT.XIP berhasil memperoleh 2 sertifikat FSC, yaitu sertifikat FM (Forest Management) dan sertifikat COC (Chain of Custody).

Biasanya, pada tahun-tahun sebelumnya audit kedua jenis sertifikat di atas dilaksanakan bersamaan, yaitu kurang lebih 10 hari. Sebagai auditor sertifikasi, SmartWood, setelah memberitahukan kepada publik, auditor langsung melakukan penilaian PT.XIP di pabrik dan beberapa lokasi desa yang dituju.

Karena jadwal audit SmartWood saat ini lagi padat, audit sertifikasi untuk PT.XIP terpaksa dilakukan dua kali yaitu bulan maret dan awal bulan Mei. Oleh karena itu tim redaksi sekali lagi mohon maaf sebesar-besarnya dan mohon bisa dimaklumi.

Seperti yang kami rencanakan sebelumnya, kembali edisi ini akan mengulas sedikit mengenai pelaksanaan pelatihan pembuatan kertas daur ulang dan pembuatan kompos.

Pada minggu yang lalu kami telah menyampaikan surat permohonan sosialisasi kegiatan tersebut kepada Kepala Desa Selangit. Karangpanggung Terawas dan Sadarkarya.

Pelatihan telah dilaksanakan di Desa Sadarkarya yang dihadiri oleh beberapa anggota kelompok tani, sedangkan di desa lainnya belum ada konfirmasi dari Kepala Desa masing-masing, mungkin dikarenakan banyaknya kegiatan yang harus dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan.

Khususnya bagi warga Sadarkarya mereka sudah lama membuat kompos secara mandiri, hanya saja tidak secara intensif.

Warga merasa agak keberatan apabila pembuatan kompos dilakukan secara berkelompok. Hal ini dirasa menyita waktu, mengingat waktu yang dimiliki cukup sempit. Umumnya petani karet, mereka mengurus kebun dari pagi hingga sore hari.

Menyangkut pelatihan pembuatan kertas daur ulang, sementara ini disimpulkan bahwa masyarakat belum begitu berminat untuk mengembangkannya, disamping kendala keterbatasan waktu yang ada.

Berdasarkan sedikit pengalaman ini, kami menyadari masih perlu banyak belajar untuk menciptakan program yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu, kami juga perlu meneliti lebih dalam lagi tentang bagaimana caranya kedua program ini bisa menarik bagi masyarakat.

Buletin OS IX

Download Buletin OS I s/d VIII

Proses Perijinan Sosialisasi

Maret 26, 2008 Posted by | Sertifikasi, XIP | , , , | Tinggalkan komentar

PROSES PERIJINAN SOSIALISASI

Permohonan ijin sosialisasi cara pembuatan kompos dan kertas daur ulang telah disampaikan kepada Kepala Desa Selangit, Terawas, Karang Panggung dan Sadar Karya. Surat ini ditembuskan kepada Kepala Kecamatan masing-masing, Kepala Balai TNKS, Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Musi Rawas.

Biasanya setiap kegiatan surat hanya ditujukan kepada Kepala Desa setempat saja. Belajar dari Saran dan Kritik yang disampaikan oleh Pemerintah Daerah melalui konsultasi publik yang baru saja dijalankan, Kami pun membiasakan diri berkoordinasi dengan pemerintah terkait dengan selalu memberikan tembusan untuk setiap kegiatan.

Sekali lagi Kami ingin menyampaikan bahwa tujuan jangka pendek dari sosialisasi ini adalah untuk mengajak masyarakat memproses limbah rumah tangga menjadi lebih bermanfaat serta meningkatkan kesadaran untuk lebih mencintai lingkungan.

Dan harapan Kami, menjadikan suatu langkah awal untuk menciptakan ide-ide lain yang lebih baru lagi dan cocok/ bermanfaat bagi masyarakat, baik untuk petani maupun pemuda karang taruna . Secara perlahan dapat mengurangi potensi illegal logging yang terjadi di kawasan konservasi maupun kawasan yang dilindungi.

Manfaat yang sangat berharga yang Kami peroleh salah satunya adalah respon positif dari Balai TNKS Kab. Musi Rawas.

Setelah menerima surat tembusan dari PT.XIP, Bapak Zaenudin dari pihak Balai TNKS Kab. Musi Rawas memberikan saran agar pelatihan sebaiknya dilaksanakan di Desa Karang Panggung Kec. Selangit. Menurut beliau di desa tersebut ada kelompok tani/pemberdayaan masyarakat yang telah terbentuk. Mereka sudah terbiasa menjaga lingkungan seperti menanam pohon-pohonan di tepi sungai, mengumpulkan bibit cabutan berbagai jenis tanaman seperti gaharu, meranti dan lain-lain. Bagi Kami informasi ini sangat berharga agar program berjalan lebih mengenai sasaran. Sekali lagi Kami ucapkan terima kasih.

Di desa Karang Panggung Kami diperkenalkan dengan Ketua Kelompok Tani/Pemberdayaan Desa yaitu Bapak Suryatin. Beliau adalah pelopor penggerak lingkungan di desa dan telah berhasil mengembangkan pembibitan berbagai jenis tanaman serta memproduksi kompos dengan memakai Effective Microorganism 4 (EM4).

Disebutkan pula, masyarakat Desa Karang Panggung selalu mempertahankan untuk tidak menggunakan pestisida karena telah diketahui sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Melihat hasil karya Bapak Suryatin, Kami merasa salut dan Kami perlu banyak menimba pengalaman dengan Beliau.

Di waktu yang akan datang setiap edisi berikutnya akan Kami cantumkan produk dari Bapak Suryatin beserta no HP nya, andai beliau tidak keberatan. Hal ini merupakan upaya dari Kami untuk memasarkan produk-produk ramah lingkungan yang dihasilkan oleh masyarakat Kabupaten Musi Rawas.

Selain itu pula, produk seperti di atas akan Kami tampilkan di weblog Ozon-SILAMPARI, agar jangkauan pemasaran lebih luas lagi. Dengan dicantumkan nama dan no HP, konsumen dari berbagai kota bisa kontak langsung dengan pemiliknya.

Dengan kemajuan jaman yang mempermudah komunikasi dan informasi, menjadikan internet sebagai salah satu media alternatif yang murah dan efektif di bidang pemasaran (marketing).

Dua puluh tahun yang lalu telepon adalah barang mahal, hanya orang berduit saja yang memilikinya. Sekarang, hampir semua orang memegang HP. Tidak menutup kemungkinan beberapa tahun yang akan datang Internet akan digunakan sehari-hari oleh seluruh lapisan masyarakat.

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT 

Buletin OS Edisi VIII Maret 2008.pdf (52kb)

Buletin OS Edisi I s/d VIII ada di sini 

 

Maret 14, 2008 Posted by | XIP | , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

VISI DAN MISI PT.XIP

Visi :

Mewujudkan PT. XIP sebagai perusahaan manufaktur pensil terbesar dan terpadu yang berasaskan pengelolaan hutan secara lestari dengan cara memelihara sumber bahan baku dan tetap menjaga keseimbangan aspek lingkungan, sosial dan ekonomi serta manfaat secara terus menerus dan berkelanjutan.

Misi :

  1. Menerapkan 10 Prinsip dan Kriteria FSC
  2. Meningkatkan Kualitas Penebangan sesuai dengan Konsep RIL dan COC
  3. Efisensi Bahan Baku dengan meningkatkan Nilai Tambah Limbah Semperan Kayu yang Diproduksi Kembali menjadi Slat Pensil dan pemanfaatan serbuk kayu sebagai media tanam jamur oleh masyarakat
  4. Mengaktifkan Kembali Serikat Pekerja
  5. Pembentukan Kelompok Tani dan membagikan bibit 120.000 batang per tahun
  6. Swakelola Limbah Rumah Tangga untuk Dijadikan Pupuk Kompos dan Pestisida Organik oleh Kelompok Tani Pulai/Labu Kebun Karet dan warga desa yang berdekatan dengan Kawasan Konservasi dan Kawasan yang Dilindungi

Tujuan Pengelolaan Hutan Lestari

Tujuan PT Xylo Indah Pratama dalam pengelolaan hutan di Kabupaten Musi Rawas adalah

  1. Melestarikan dan mengembangkan hutan rakyat dengan jenis pulai dan labu pada lahan kebun atau pekarangan masyarakat dan jenis pulai budidaya pada lahan masyarakat sesuai persyaratan SFM standar FSC
  2. Memanfaatkan/memanen Kayu Jenis Pulai dan Labu sesuai kapasitas hutan rakyat.
  3. Memproduksi Produk slat pensil dari kayu Jenis Pulai dan Labu yang dapat ditelusuri asal pohonnya
  4. Memberikan manfaat sosial ekonomi bagi masyarakat di Kabupaten Musi Rawas, diantaranya dengan Memberikan peluang kesempatan kerja dan kesempatan berusaha sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat
  5. Melakukan pengelolaan hutan rakyat di Kabupaten Musi Rawas yang ramah lingkungan dan tidak merusak kondisi ekologis.
  6. Merehabilitasi lahan di luar lahan kebun atau pekarangan masyarakat (kawasan hutan) yang tidak produktif dengan penanaman tanaman kayu-kayuan antara lain dengan jenis Pulai atau Labu, untuk meningkatkan kualitas lingkungan/ekologis.

PT.XYLO INDAH PRATAMA

DIVISI SERTIFIKASI 

KELOMPOK TANI PULAI KEBUN KARET PT.XIP

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

KONSULTASI PUBLIK

KODE TEBANGAN

Maret 12, 2008 Posted by | XIP | , , , , , , | Tinggalkan komentar

Pohon Labu (Endospermum sp)

Pohon Labu dengan nama ilmiah Endospermum termasuk famili EUPHORBIACEAE. Beberapa spesies pohon Labu di antaranya:

  1. Endospermum Benth.
  2. Endospermum formicarum Becc.
  3. Endospermum labios Schodde
  4. Endospremum malaccense
  5. Endospermum medullosum
  6. Endospermum diadenum
  7. Endospermum peltatum
  8. Endospermum moluccanum (Teijsm. & Binnend) Kurz.

Nama Inggris : Basswood, whitewood, white milkwood
Nama daerah : Sesendok, sendok-sendok, wakopak, kayu raja, pohon semut
Nama Indonesia : Kayu labu

Endospermum, terdiri dari 13 jenis, tersebar luas mulai dari Asaam (India), seluruh daratan Asia Tenggara dan Cina. Di kepulauan Malesia, jenis tumbuhan ini tumbuh di

  1. Semenanjung Malaysia,
  2. Sumatra,
  3. Borneo,
  4. Filipina,
  5. Sulawesi Utara,
  6. Maluku, dan
  7. New Guinea,

dan di:

  1. Fiji
  2. Queensland Utara


Pohon Labu bisa tumbuh setinggi 50 m, dengan diameter mencapai 150 cm, kulit halus berwarna putih keperakan. Terkadang akar berbanir (akar papan), mirip akar pohon besar yang ada di Kebun Raya Bogor tempat bersembunyi 2 sejoli 😀

Umumnya pohon Labu tumbuh pada daerah dataran rendah, dataran yang rata atau terkadang pada perbukitan, dengan kisaran ketinggian tempat dari permukaan laut hingga 1000-2000 m dpl.

Waktu masih muda, tajuk pohon berarsitektur pagoda tetapi setelah tua pola percabangan ini tidak terlihat lagi namun berbentuk kubah seperti kebanyakan pohon lainnya, dikarenakan jumlah daun dan cabang semakin bertambah. Lain halnya dengan pohon Ketapang (Terminalia catappa), dari muda hingga tua tajuk pagodanya masih kentara sekali.

Daun berbentuk bulat seperti sendok meski lebih lebar. Buah pohon labu kecil terdiri dari beberapa biji berkulit keras, sebesar ketumbar. Biji Endospermum diadenum yang viabel sulit diperoleh karena sering dimakan oleh serangga.

Sebaliknya di Filipina, Endospermum peltatum dapat dengan mudah diperbanyak melalui biji.

  1. Buahnya direndam dalam air selama 24 jam
  2. kemudian dikeringkan atau dijemur sinar matahari selama 2- 3 hari.
  3. Biji-biji tersebut kemudian dapat disimpan dalam kantong polyethylene dengan suhu 15.5?C.


Di Malaysia, penanaman biji-biji dengan tingkat keberhasilan perkecambahan yang tinggi (80%) dapat dilakukan dengan menggunakan perbandingan campuran pasir dan humus sebesar 1 : 3.
Biji-biji yang telah ditanam pada campuran media tanam tadi kemudian dilapisi tanah kembali setebal 2 cm dan ditutup oleh jerami rumput kering serta disiram secara berkala.
Biasanya biji-biji tersebut akan berkecambah setelah 24 hari.

Habitat :
Pohon Labu tumbuh di hutan primer dan sekunder. Tumbuhan ini sering berasosiasi dengan keberadaan sungai atau tempat yang tergenang air (waterlogged) atau bahkan pada hutan payau atau berawa (swamp forest).

Selain itu, juga ditemukan pada lokasi-lokasi dengan pengairan yang baik.
Umumnya Pohon labu tumbuh tersebar namun pernah dilaporkan bahwa spesies ini ditemukan tumbuh mendominasi atau hampir membentuk tegakan murni.

Kebanyakan spesies Endospermum, kecuali Endospermum diadenum, dikenal sebagai spesies oportunis (Gap Oportunis) yang mengkarakterisasi rumpang-rumpang di dalam hutan dan selanjutnya menjadi spesies yang umum mengisi area-area perladangan berpindah. Pohon labu juga tumbuh di sela tumbuhan karet tua milik rakyat.

Pohon labu sering dijumpai tumbuh berassosiasi dengan tipe spesies hutan payau atau rawa lainnya yaitu

  1. Campnosperma spp.
  2. Cratoxylum spp.
  3. Lophopetalum spp.
  4. Terminalia spp.


Manfaat :

  1. Kotak atau peti
  2. Sumpit
  3. Papan tulis
  4. Kerajinan tangan
  5. Pensil
  6. Penghasil bubur kertas dan produksi kertas (batangnya memiliki serat/fiber yang panjang)
  7. Beberapa jenis dari marga tumbuhan ini juga telah digunakan secara ekstensif untuk mereforestasi kawasan, khususnya di Semenanjung Malaysia dan Filipina, juga digunakan untuk mereklamasi lahan-lahan kritis.

Sumber: kehati.or.id dan beberapa lainnya hasil googling

KENALI-lah Pulai (Alstonia sp) Jika INGIN MENCINTAINYA (Bagian I)

KENALI-lah Pulai (Alstonia sp) ….. (Bagian II)

KENALI-lah Pulai (Alstonia sp) ….. (Bagian III)

Obat dari Pulai?

Hari Bumi dan Cara bikin Pensil

Maret 10, 2008 Posted by | Spesies | , , , , , | 3 Komentar

Lubuk Linggau atau Lubuklinggau ? Musi Rawas atau Musirawas ?

Nama geografi, khususnya nama kota atau wilayah di Tanah Air, sering kali ditulis dalam bentuk: ada yang dipisah dan ada pula yang dirangkai. Dalam kaitan ini, Pusat Bahasa bekerja sama dengan Bakosurtanal telah menetapkan pembakuannya (Dendy 2003).

Pada prinsipnya, nama geografi ditulis dalam satu kata atau serangkai, kecuali

  1. terdiri atas 3 unsur atau lebih
  2. berupa arah mata angin

Dengan demikian nama wilayah geografi yang hanya terdiri atas 2 unsur ditulis serangkai, seperti Rejanglebong, Tulungagung, Bukittinggi, Sawahlunto, Balikpapan, Parepare, Acehbesar dan Tebingtinggi.

Sedangkan nama wilayah geografi yang terdiri atas 3 unsur atau lebih tetap ditulis terpisah, seperti Ogan Komering Ilir.

Arah mata angin yang digunakan sebagai nama wilayah geografi juga tetap ditulis terpisah, meskipun nama wilayah itu hanya terdiri atas 2 unsur, seperti Jakarta Barat, Sumatera Selatan, atau Kalimantan Timur.

Dalam kaitan ini nama daerah atau wilayah geografi, yang masih ditulis dalam bahasa daerah tetap ditulis dengan nama aslinya, tidak diindonesiakan, dengan alasan historis, asal-usul daerah, atau budaya khas daerah setempat, seperti Banyuasin, Tanahabang, atau Kalianyar (bukan Airasin, Tanahmerah, atau Sungaibaru).

sumber: Berani Menulis Artikel, Wahyu Wibowo.Gramedia Pustaka Utama

Udah lama penasaran kenapa Lubuk Linggau harus ditulis menjadi Lubuklinggau 😀

Bagaimana dengan Musi Rawas?….hayooo 🙄

Maret 9, 2008 Posted by | Musirawas | , , , , | 10 Komentar

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Terkait dengan Edisi yang lalu, PT.XIP tengah melakukan persiapan pembuatan kompos dan kertas daur ulang bagi petugas lapangan. Hal ini merupakan pembekalan dalam rangka mengajak masyarakat memanfaatkan potensi sumberdaya yang ada di wilayah desa. Selain itu pula, petugas berupaya mengidentifikasi potensi kegiatan yang cocok bagi petani dan pemuda karang taruna setempat.

Program ini akan dilaksanakan secara bertahap dimulai minggu depan di wilayah desa kelompok tani pulai kebun karet dan desa-desa yang berdekatan dengan kawasan konservasi dan kawasan yang dilindungi (kawasan penyangga TNKS, Hutan Lindung, sumber mata air dll) seperti, wilayah Kecamatan Purwodadi, Sumber Harta Selangit, Karang Jaya, Muara Rupit.

Pembuatan kompos relatif mudah, bahkan sebagian besar masyarakat pun telah melakukannya sejak berpuluhan tahun yang lalu terutama di wilayah pedesaan.

Sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga ditumpuk di belakang rumah, baik sampah organik maupun anorganik, seperti plastik, pecahan kaca/beling, besi dan yang lainnya.

Untuk mencegah bau tidak sedap, sampah pun dibakar. Bakaran sampah yang telah lama mengendap, diangkat kembali untuk digunakan sebagai pupuk tanaman.

Pembuatan kompos yang akan disosialisasikan oleh PT.XIP secara prinsip tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan oleh masyarakat selama ini dengan cara seperti diuraikan di atas.

Perbedaannya terutama terletak pada bahan dan proses. Bahan yang digunakan murni dari bahan organik, yaitu bahan yang mudah terurai oleh mikroba/mikroorganisme, seperti sisa sayuran, kulit buah, daun, rumput, jerami, sekam, serbuk gergaji, kulit kopi.

Proses pembuatannya tidak dibakar, melainkan dengan cara pembusukan/pelapukan secara alami. Pembakaran sampah hanya dapat menyisakan arang (Karbon). Zat ini tidak banyak diperlukan oleh tanaman. Sedangkan pembusukan secara alami dapat menghasilkan unsur yang diperlukan oleh tanaman seperti N, P dan K (Nitrogen, Phospor, Kalium).

KEUNTUNGAN KOMPOS
1. Lebih ramah lingkungan, tidak merugikan kesehatan dan mencemari lingkungan
2. Bahan mudah didapat, selalu tersedia setiap hari dan tentunya tidak perlu membeli
3. Cara membuatnya sedrhana, tidak memerlukan peralatan canggih ataupun mahal
4. Dapat memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan jumlah makhluk hidup (mikroba) di dalam tanah yang mampu membantu pertumbuhan tanaman

KEKURANGAN KOMPOS
1. Kandungan unsur hara tidak bisa diketahui secara pasti
2. Kandungan unsur hara lebih rendah dibandingkan dengan pupuk anorganik
3. Tanaman tidak bisa menyerap unsur hara dari kompos lebih cepat, dibandingkan dengan pupuk organik
4. Proses pembuatan yang tidak hati-hati dapat mengandung telur dan larva hama. Dengan proses pengayakan kompos dan pengeringan, kendala seperti ini bisa ditekan.

CARA MEMBUAT KOMPOS

Cara Pertama
Masyarakat kampung Sukunan, desa Banyuraden Kec Gamping Kab. Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki cara unik dan sederhana dalam membuat kompos.
1. Setiap keluarga menyediakan 2 buah gentong yang dilubangi bawahnya dan ditutup bagian atasnya. Kedua gentong ini digunakan bergantian
2. Pertama kali digunakan gentong 1, setelah sampah organik penuh (-+ 3 bulan), kemudian gunakan ke gentong 2.
3. Ketika gentong 2 penuh, sampah dalam gentong 1 telah menjadi kompos.
4. Kompos tersebut digunakan sebagai pupuk. Apabila mau dijual, kompos diayak terlebih dahulu.
5. Hasil ayakan yang kasar dimasukkan ke dalam gentong 2 dan diaduk rata
6. Gentong 1 yang telah kosong siap digunakan kembali untuk memproses kompos baru
7. Demikian seterusnya, proses pengomposan dilakukan dengan penggunaan gentong berulang-ulang dan bergantian

Cara Kedua
Kompos dibuat menggunakan sistem terowongan SEGITIGA ukuran panjang 2 m, lebar 75 cm, tinggi 50 cm. Sampah organik yang telah dicacah/ dipotong kecil-kecil, dicampur dengan kotoran ternak dan ditumpuk di atas terowongan segitiga. Apabila memungkinkan bahan kompos bisa ditambah dengan urea dan mikroba dekomposer, mis. EM4

Secara rutin sampah disiram dan diaduk agar tercipta lingkungan yang lembab dan selalu tersedia udara (oksigen) bagi kelangsungan hidup mikroba.

Kompos dihasilkan dalam jangka waktu 1 sampai 2 bulan. Keberhasilan pembuatan kompos dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya:
1. bahan pembuat kompos
(bahan yg bermacam2 lebih baik daripada hanya satu jenis saja. Bahan yang kecil 2-4 cm lebih mudah diurai. Sayuran, kulit buah, kulit kopi, daun, dan rumput jauh lebih bagus daripada bahan serbuk gergaji dan kayu )
2. kondisi lingkungan (udara, suhu, pH, kelembaban, tumpukan)
( dengan pengadukan yang lebih sering sekitar 1-2 kali seminggu akan memberikan udara yang cukup bagi miroorganisme dan pengomposan terjadi lebih merata. Suhu ideal 40 – 50 oC dan kompos tidak boleh kering, sering disiram. Tinggi timbunan 1 s/d 2 meter. Menambah kapur/abu kayu/abu dapur baik untuk menurunkan keasaman bahan kompos)

Sumber:
1. Pupuk Organik
2. Memanen Sampah

KERTAS DAUR ULANG

Kertas yang dihasilkan dari proses daur ulang dapat dibuat untuk berbagai kerajinan tangan seperti, tempat pensil, album foto, kartu ucapan, amplop dan lain lain

Cara Pembuatan Kertas Daur Ulang

Alat
1. Skrin tipe 36 dan Rakel. Kedua alat ini biasa dipakai pada cetak sablon
2. Baskom untuk merendam kertas
3. Papan tempat meletakkan kertas yang akan dicetak
4. Pelapis papan, dapat berupa kain ero
5. alat untuk menghaluskan kertas menjadi bubur kertas, alu dan lumpang atau blender
Bahan
1. Air
2. Lem, dapat berupa lem kertas atau lem sagu
3. pewarna alami; kunyit, daun pandan, daun jati, daun jambu
4. Sebagai hiasan tekstur; rumput, rambut jagung, pelepang pisang kering

Proses Pembuatan
1. Kertas koran, kardus, buku tulis
2. Kertas disobek kecil-kecil, direndam dalam baskom. Hancurkan lagi dengan tangan. Lama perendaman yang baik 2 – 4 hari
3. Kertas rendaman dihancurkan dengan alu dan lumpang atau dengan blender.
4. Cuci kembali bubur kertas lagi hingga bersih dari tinta koran
5. Saring bubur kertas
6. Campur bubur kertas dengan lem. Untuk tambahan bisa menggunakan pewarna dan bahan pembentuk tekstur seperti rumput atau pelepah pisang yang diblender terlebih dahulu. Kertas yang dihasilkan akan terlihat lebih menarik.
7. Campuran bubur kertas dengan lem, pewarna dan pembentuk teksur ditambahi dengan air.
8. Masukkan Skrin ke dalam campuran bubur kertas. Sambil digoyang, angkat skrin perlahan.
9. Letakkan papan yang dibungkus kain ero di atas bubur kertas
10. Skrin dan papan disandarkan miring ke dinding
11. Sapu air pada skrin menggunakan Rakel
12. Angkat skrin, jemur bubur kertas yang masih menempel pada papan
13. Kertas daur ulang bisa diangkat dari papan setelah benar-benar kering.

KADIR: AKTIVIS KOMPOS SEJATI

KELOMPOK TANI PULAI KEBUN KARET PT.XIP

DIVISI SERTIFIKASI

PROSES PERIJINAN SOSIALISASI

Budidaya Lebah Madu

Maret 6, 2008 Posted by | XIP | , , , , , , | 6 Komentar