Ozon-SILAMPARI

Buletin Online Wang Kite

Sinopsis Proses Penilaian Sertifikasi oleh SmartWood

Para penilai dari SmartWood diberi petunjuk secara rinci, termasuk penjelasan pra-penilaian (baik secara langsung atau melalui telpon) dan akses pada manual SmartWood tertulis untuk penilaian hutan. Tujuan penjelasan dan manual ini adalah untuk menjamin bahwa mereka mengikuti proses sertifikasi yang konsisten dan menyeluruh.

Selain mengikuti prosedur SmartWood yang digariskan dalam manual untuk penilaian hutan, ada tiga cara yang digunakan oleh SmartWood untuk menjamin akurasi dan keadilan dalam sertifikasi kami:

  1. Penilaian tersebut harus melibatkan individu yang sangat paham kawasan tertentu dan jenis pengelolaan hutan dengan evaluasi itu. Kebijakan SmartWood adalah melibatkan spesialis lokal dalam semua kegiatan penilaian.
  2. Anggota tim harus familiar dengan prosedur sertifikasi SmartWood. Setiap penilaian sertifikasi SmartWood mempunyai seorang pimpinan tim yang harus berpartisipasi dalam pelatihan formal oleh SmartWood dan sebelumnya telah mengikuti penilaian pengelolaan hutan oleh SmartWood.
  3. Penilaian tersebut harus menggunakan pedoman evaluasi yang khas wilayah (kriteria dan indikator lokal), jika ada, atau mengadaptasi Pedoman Umum SmartWood dengan situasi lokal; semua pedoman tersebut merupakan dokumen publik.

Organisasi Tim

Di lapangan, tugas pertama pimpinan tim penilai adalah untuk meyakinkan bahwa semua anggota tim memahami ruang lingkup dan tujuan proses penilaian. Tim tersebut mereview dan membahas kriteria dan indikator umum,atau mereka bisa juga langsung mereview standar lokal jika ada. Berdasar review ini, tim akan menugaskan individu untuk menilai subyek dan criteria. Semua anggota tim dapat memberikan input pada setiap kategori informasi, tetapi yang terpenting adalah adanya tanggung jawab yang jelas untuk pengumpulan dan analisis data serta pelaporan untuk setiap subyek dan semua kriteria yang ditugaskan.

Mereview/merevisi Kriteria dan Indikator Penilaian

Tim Penilai harus mencakup semua elemen yang ada dalam Pedoman Umum SmartWood, pedoman regional SmartWood atau standar regional yang disetujui oleh FSC. Kriteria dan indikator tersebut merupakan bagian dari catatan publik untuk setiap penilaian sertifikasi. Kriteria dan indikator tersebut akan direview oleh calon perusahaan yang akan disertifikasi, peer reviewer dan kantor pusat SmartWood dan tersedia bagi publik stakeholders. Anggota tim juga mereview hukum, peraturan dan persyaratan administratif nasional dan internasional yang berlaku dan dapat memasukkan hal-hal yang relevan pada kriteria yang sesuai dalam pedoman ini.

Pengumpulan Data

Setelah ada diskusi internal dalam tim, anggota tim bertemu dengan staff dari perusahaan yang dinilai. Pertemuan awal berfokus pada klarifikasi prosedur penilaian dan kriteria serta indikator. Proses penilaian diteruskan dengan tahap lapangan. Kunjungan ke lapangan ke tempat-tempat tertentu dipilih oleh penilai SmartWood berdasar review yang komprehensif pada kondisi perusahaan dan kegiatan pengelolaan, diskusi dengan pemilik lahan dan masyarakat, dan identifikasi masalah-masalah kritis, lokasi-lokasi penting dsb. Kunjungan lapang dilakukan di kawasan hutan, fasilitas pabrik dan masyarakat lokal di sekitarnya. Kunjungan lapangan menekankan pada kegiatan pengelolaan di semua jenis dan tahap, oleh staff yang berbeda dari perusahaan tersebut dan dalam kondisi biologi dan fisik yang berbeda pula. Anggota tim juga bertemu secara independen dengan stakeholder.

Semua penilaian adalah untuk mencari dan memasukkan input (baik yang rahasia atau terbuka) dari stakeholder yang terkena dampak atau berpengetahuan, yang meliputi masyarakat lokal, pemilik lahan di sekitar, industri kehutanan lokal, organisasi lingkungan hidup, lembaga pemerintah dan peneliti ilmiah.

Sepanjang konsultasi ini, anggota tim penilai menjelaskan proses penilaian, mencari pendapat dan mengumpulkan pandangan-pandangan mengenai kinerja lapangan dari perusahaan yang sedang dinilai tersebut. Sebelum, selama dan setelah kunjungan ke stakeholder dan lapangan, tim bertemu untuk mereview kriteria, membahas progress dalam pengumpulan informasi dan membahas temuan-temuan pendahuluan.

Analisis Data dan Skoring

Tim penilai bekerja dengan cara konsensus untuk menganalisis, memberi skor dan mencapai kesepatan tentang kesimpulan sertifikasi. Pertemuan internal tim dilakukan selama proses penilaian. Satu langkah penting selama analisis tersebut adalah mengidentifikasi prakondisi, kondisi dan rekomendasi dengan menggunakan definisi berikut ini:

  • Prakondisi adalah perbaikan yang harus dilakukan oleh perusahaan sebelum sertifikat SmartWood diberikan;
  • Kondisi adalah perbaikan yang harus dilakukan oleh perusahaaan dalam kurun waktu tertentu selama period lima tahun sertifikasi, dan
  • Rekomendasi adalah perbaikan sukarela yang disarankan oleh tim penilai, tetapi tidak wajib dilakukan.

Berikut ini adalah sistem skoring yang digunakan penilaian sertifikasi SmartWood. Untuk setiap kriteria SmartWood, penilai harus memberi nilai yang wajar dengan menggunakan tabel berikut ini sebagai petunjuk dan berdasar informasi yang diperoleh selama observasi lapangan, dokumen dan wawancara. Dalam memberikan nilai, penilai SmartWood menggunakan pertimbangan norma-norma dan peraturan nasional, skala dan konteks perusahaan dan standar atau pedoman lokal yang mungkin telah dikembangkan oleh POKJA FSC.

Skor

KINERJA

Gambaran Umum

KETAATAN

Prakondisi, Kondisi dan Rekomendasi

N/A

Kriteria tidak dapat diterapkan Tidak diterapkan, oleh karenanya tidak ada prakondisi, kondisi dan rekomendasi. Kriteria tidak digunakan untuk membuat rata rata skor

1

Kinerja sangat lemah, kurang data. Harus ada prakondisi

2

Kinerja lemah, perbaikan signifikan masihdiperlukan. Prakondisi bersifat opsional, harus ada kondisi
3 Kinerja memuaskan Kondisi bersifat opsional

4

Kinerja baik Rekomendasi, tidak ada kondisi yang diperlukan

5

Kinerja sangat baik Rekomendasi dimungkinkan tetapi tidak perlu secara khusus

Jika ada prakondisi, maka prakondisi ini harus dipenuhi sebelum sertifikasi SmartWood diberikan.

Penulisan Laporan

Laporan penilaian sertifikasi mengikuti struktur Prinsip dan Kriteria FSC, dengan pembahasan mengikuti setiap kriteria dan menganalisis kinerja yang berhubungan dengan indikator untuk kriteria tersebut. Analisis itu memberikan prakondisi, kondisi atau rekomendasi yang mungkin dan skor untuk setiap kriteria.

Review Laporan Penilaian oleh Perusahaan, Peer Reviewer independed dan kantor pusat SmartWood.

Setiap laporan penilaian sertifikasi direview oleh perusahaan, peer reviewer independen (paling tidak dua orang), dan staff pada kantor pusat SmartWood. Kantor Pusat SmartWood memberikan persetujuan untuk semua sertifikasi SmartWood.

Keputusan Sertifikasi

Begitu tahap di atas selesai, kantor pusat SmartWood akan mengkoordinasikan proses keputusan sertifikasi, dengan input dari perwakilan regional SmartWood. Jika keputusan sertifikasi positif, kontrak sertifikasi selama lima tahun akan dilaksanakan yang meliputi audit tahunan, sebagaimana yang diwajibkan. Jika tidak disetujui, keputusan sertifikasi akan memberikan penjelasan tentang apa yang harus dilakukan agar perusahaan memperoleh status sertifikasi di masa depan, misalnya melalui prakondisi untuk sertifikasi.

Untuk informasi yang lebih detil tentang prosedur sertifikasi, silakan kontak kantor pusat atau kantor wilayah SmartWood

Sumber : Pedoman Umum untuk Penilaian Pengelolaan Hutan di Indonesia,
SW Indonesia Interim Standards April 2003 (IND).doc

Januari 28, 2008 Posted by | Sertifikasi | , , | 8 Komentar