Ozon-SILAMPARI

Buletin Online Wang Kite

AUDIT TAHUNAN (2)

Pola pemanfaatan kayu rakyat yang dianut mengondisikan dan mewajibkan XIP untuk terus mengembangkan kelompok tani yang ada setiap tahunnya. Dengan terbentuknya kelompok tani kebun karet binaan PT.XIP, akan meningkatkan kualitas COC yang sedang dijalankan XIP sekaligus lebih menjamin pengaturan hasil hutan/kebunnya di masa yang akan datang. Sehingga pengamatan stok kayu bisa berjalan lebih baik lagi.

Di lain pihak, evaluasi yang baru saja dilakukan khususnya berkaitan dengan persyaratan keanggotaan kelompok tani di desa Sumberharta, ditemukan sekitar 50 % anggota bersedia melengkapi salah satu persyaratan administrasinya yaitu memberikan salinan surat kepemilikan lahan.

Berdasarkan keterangan Ketua Kelompok Tani Sumberharta Bapak Riyadi, sebagian besar anggota kelompok tani masih ragu untuk memberikan salinan/focopy surat kepemilikan lahan kepada XIP. Mereka khawatir dengan memberikan salinan tersebut lahan beserta isinya suatu saat akan diambil oleh XIP. Bapak Riyadi sudah berupaya menjelaskan sejelas-jelasnya, tapi anggota masih juga ragu.

XIP bisa memahami kekhawatiran anggota. Perlu dijelaskan bahwa tujuan XIP meminta salinan surat kepemilikan lahan ini adalah XIP hanya ingin memastikan bahwa pulai/labu yang didaftarkan oleh anggota memang benar-benar berada di lahan mereka atau tidak, itu saja. Seperti yang dijelaskan pada Prinsip FSC nomor 2 tentang HAK DAN TANGGUNG JAWAB PENGGUNAAN LAHAN SERTA KEPASTIAN KAWASAN bahwa XIP yang sedang menjalani program sertifikasi wajib menjamin kepastian lahan yang dikelola, termasuk lahan kelompok tani, dengan cara menunjukkan salinan surat kepemilikan lahan yang sah.

Perlu kita pahami pula bahwa, salinan/fotocopy surat kepemilikan lahan tidak bisa digunakan oleh siapapun untuk mengakui lahan yang tercantum dalam surat tersebut. Jadi tidak mungkin XIP akan secara otomatis menyerobot lahan petani, hanya karena diberi salinan/fotocopy surat kepemilikan lahan.

Seperti yang tercantum di dalam Surat Pendaftaran Anggota Kelompok Tani, dijelaskan bahwa keanggotaan bersifat sukarela. Dan dijelaskan pula bahwa petani yang mendaftar menjadi anggota kelompok tani binaan XIP, wajib melengkapi persyaratan dan mentaati kewajiban-kewajiban yang ada. Artinya, anggota yang tidak memenuhi persyaratan dan tidak mentaati kewajiban dianggap mengundurkan diri.

Mudah-mudahan uraian ini bisa dipahami, dan dalam waktu dekat petugas XIP akan mengajak diskusi secara langsung dengan anggota kelompok tani.

Audit Tahunan 2008 (1)

Pentingnya Kelompok Tani bagi PT.XIP

FSC STD 01 001 V4 0 EN FSC Principles and Criteria.pdf

Uraian singkat 10 Prinsip dan Kriteria FSC

Mei 30, 2008 Posted by | XIP | , | 1 Komentar

Perjalanan Ke Desa Tri Anggun Jaya

Pada hari Jumat tanggal 18 April kami berempat melakukan tugas ke Desa Tri Anggun Jaya SP 5. Perjalanan kami memakan waktu kurang lebih 3 jam dengan menggunakan sepeda motor, kondisi jalan yang berlumpur, berbatu agak menghambat perjalanan kami. Dengan kondisi badan yang kotor akibat Lumpur yang mengenai badan kami akhirnya kami sampai di desa tujuan kami, tempat yang pertama kami tuju adalah rumah kepala desa.
Sambil melepas lelah dan melakukan makan siang kami berbincang dengan kepala desa dan beberapa petani yang kami jumpai dimana kami menyampaikan maksud dan tujuan kami datang, dimana kami akan melakukan pengukuran batang pohon pulai dan labu yang masuk dalam kelompok tani serta melakukan pembayaran kompensasi.
Setelah merasa badan sudah cukup istirahat kami melakukan tugas dengan melakukan pengecekan ke kebun dan mengamati pertumbuhan diameter dan tinggi pohon yang terdaftar dalam kelompok tani,ada beberapa petani yang bersedia menemani kami melakukan tugas tersebut terutama yang punya kebun.
Sambil melakukan pengamatan kami melakukan sosilisasi akan penebangan berdampak minimal (Reduced Impact Logging) dimana diantaranya program K3 (Keselamatan dan kesehatan Kerja) penebangan melalui penggunaan alat pengaman mulai dari sepatu sampai penggunaan helm dan pemanfaatan sisa tebangan.
Pertanyaan yang sering kami temui selama kami kerja dari para petani adalah keinginan mereka melakukan penebangan seluruh batang pulai dan labu yang terdapat dalam kebun mereka agar bertujuan memperoleh keuntungan duit saat ini.
Namun hal itu kami jawab dengan guyon bahwa penebangan dilakukan sesuai jadwal tebang yang telah dibuat agar pengaturan kesediaan bahan baku untuk PT Xylo Indah Pratama dapat berjalan terus secara kontinyu dan fungsi tanaman dapat berjalan. Akhirnya petani dapat mengerti juga dengan penjelasan kami. Menjelang sore kami pulang dan berjanji pada esok hari akan ketemu lagi.
Selama tiga hari kami menjalan tugas ini, perjalanan yang menempuh jalan yang berlumpur dan berlubang kami lalui dengan senang, akhirnya tugas kami selesai juga. Rasa cape kami hilang seiring dengan tingginya minat petani akan kelompok ini dimana hal ini dapat terlihat dari tidak adanya batang pohon pulai dan labu yang ditebang di luar jadwal tebang oleh petani, keinginan menambah jumlah tegakan yang terdapat dari lahan kebun karet para petani, serta pertemuan kami dengan kepala desa SP 6 Desa Tri anggun Jaya yang menginginkan didesanya dibentuk kelompok tani pulai dan labu..
Kami membayangkan betapa indahnya apabila pasokan bahan baku yang masuk ke PT Xylo Indah Pratama adalah kayu yang berasal dari kelompok tani dan sesuai dengan pembuatan jadwal tebang, maka ketersedian bahan baku akan terus berjalan seiring dengan penanaman yang dilakukan setelah penebangan yang dapat mengganti fungsi tanaman yang telah ditebang. Dan dapat disusun lagi jadwal tebang baru yang dapat berlangsung terus menerus.
Untuk diketahui Di desa Tri Anggun Jaya terdapat 18 petani dalam satu kelompok yang semuanya memiliki tegakan pohon pulai dan labu pada kebun karet .
Akhirnya selesai juga tugas kami, kami pun kembali berpamitan kepada kepala desa dan beberapa petani yang menyertai kami selama melakukan tugas. Sebelum kami pergi kami berpesan bahwa kami akan kembali lagi untuk melakukan penebangan pada tegakan yang telah masuk jadwal tebang tahun 2008.

Penyusun : Silvanus S.Hut.

April 26, 2008 Posted by | XIP | , , , , | 1 Komentar

PENTINGNYA KELOMPOK TANI BAGI PT.XIP

Sebagai Group Manager, PT.XIP tengah berupaya mengembangkan kelompok tani yang bakal mensuplai kayu secara terus menerus dan berkesinambungan. PT.XIP lebih tepat dikategorikan sebagai Group Manager karena didasarkan atas sistem pemanfaatan kayunya, yaitu kayu jenis Pulai dan Labu sebagai bahan baku berasal dari petani melalui banyak suplayer. Berbeda halnya sistem yang dipakai oleh HPH atau HTI, mereka memiliki ijin untuk mengelola suatu kawasan hutan, oleh karenanya HPH dan HTI lebih tepat dikategorikan sebagai Pengelola Hutan (Forest Manager).Berkaitan dengan hal ini, PT.XIP sangat penting membina hubungan yang baik antara perusahaan dengan suplayer dan petani demi kelangsungan produksinya.

Dari beberapa obrolan bersama suplayer, ditemukan beberapa kendala dalam hal kelancaran (konsistensi) suplai kayu ke PT.XIP. Tidak seluruh suplayer bisa mensuplai kayu secara teratur ke PT.XIP setiap bulannya. Hal ini banyak faktor yang mempengaruhi, seperti modal dan jarak asal kayu ke pabrik. Selain itu pula musim hujan juga dapat memperlambat proses pengangkutan di mana banyak jalan desa di berbagai daerah masih belum diaspal. Pengangkutan pun terpaksa tertunda 1 atau beberapa hari sampai jalan yang berlumpur kering dan bisa dilewati oleh mobil angkutan.

Seperti yang telah ditekankan oleh SmartWood, PT.XIP wajib membentuk kelompok tani. Hal ini erat kaitannya dengan jaminan pasokan kayu di masa yang akan datang. Dengan terbentuknya kelompok tani pemelihara pulai dan labu, PT.XIP mampu mengatur jadwal tebang masing-masing pohon yang dimiliki oleh petani tersebut.

Logikanya, semakin banyak kelompok tani yang terbentuk, semakin banyak pula pohon yang telah dijadwal untuk ditebang setiap tahunnya. Pengaturan tebangan yang disarankan adalah sepanjang 15 tahun. Dimana berdasarkan pengamatan diketahui bahwa umur masak tebang terlama untuk jenis kayu pulai dan labu adalah 15 tahun. Tentunya setelah penebangan petani wajib menanam pohon minimal sebanyak yang telah ditebang, dimana PT.XIP telah menyiapkan secara cuma-cuma bibit pulai dan labu bagi petani tersebut.

Mengingat pasokan kayu oleh petani ke PT.XIP melalui perantara yaitu suplayer, PT.XIP sangat perlu lebih meningkatkan posisi dan peran suplayer untuk mengembangkan kelompok tani yang dimaksud. Dengan keterlibatannya secara aktif, suplayer pun bisa memasok kayu lebih konsisten dan teratur dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Selama ini SmartWood menilai bahwa penanaman masih banyak terbebankan pada petani. Suplayer lebih banyak membeli dan memanen kayu daripada menanam. Seharusnya suplayer pun bisa bekerjasama dengan petani setelah kayu dipanen, petani dan suplayer bersama-sama menanam pulai dan labu di lokasi yang sama.

Diharapkan beberapa tahun yang akan datang suplayer bisa memanen kembali kayu pulai/labu yang pernah ditanam bersama petani beberapa waktu yang lalu (sistem rotasi). Disinilah inti atau maksud dan tujuan dari pembentukan kelompok tani yang diwajibkan oleh SmartWood kepada PT.XIP, yaitu meningkatnya kepastian bahan baku yang berkesinambungan.

Dengan terbentuknya kelompok tani, bagi PT.XIP pengorganisasian setiap kegiatan, seperti misalnya sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Cara penebangan berdampak minimal, upaya pengelolaan lingkungan, perbaikan jalan, penerapan lacak balak (Chain of Custody), survey potensi, analisa vegetasi, penyusunan rencana kerja tahunan, pengajuan pembelian kayu setiap bulan dan seterusnya, akan lebih mudah terencana dan terealisasi. Dan seharusnya bagi suplayer keuntungan yang diperoleh terutama, pemasokan kayu bisa lebih teratur setiap tahunnya dan beberapa tahun (5 atau 10 tahun) yang telah dirancang bersama PT.XIP, dan dengan harga tawar yang lebih baik. Petani karet pun bisa memperoleh hasil sampingan dari tanaman pulai atau labunya secara berkelanjutan dari tahun ke tahun.

Khususnya di bidang pengadaan bahan baku, masih nampak terbelenggu oleh pemikiran adanya kendala keterbatasan staf, atau personel. Apabila ditilik lebih jauh lagi, seluruh kayu yang masuk adalah berasal dari petani melalui suplayer. Suplayer inilah yang menjadi anak buah karena benar-benar langsung dibawah kendali divisi pengadaan bahan baku. Seperti yang telah dinyatakan sebelumnya, PT.XIP sangat perlu meningkatkan peranan suplayer mengingat fungsinya amat penting yaitu sebagai ujung tombak bagi perusahaan.

SmartWood menekankankan bahwa dalam upaya pengadaan bahan baku, perusahaan tidak hanya sebatas membeli bahan baku. Tanggung jawab mereka sebenarnya lebih dari itu.

  • Bagaimana perusahaan menjamin pasokan kayu dalam jangka pendek dan jangka panjang?
  • apakah penebangannya merusak lingkungan?
  • apakah penebangan cukup aman bagi para penebang?
  • bagaimana perusahaan melindungi kawasan yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai kawasan lindung dan konservasi?
  • bagaimana dampak sosial yang diakibatkan oleh penebangan?
  • bagaimana perusahaan merawat jalan dan cara mencegah erosi akibat penebangan?
  • bagaimana dampak ekonomi bagi suplayer, regu penebang hingga ke petani akibat operasi penebangan yang dilakukan?
  • berapa besar biaya yang diperlukan untuk kegiatan itu semua? dan seterusnya.

Pengadaan bahan baku melingkupi apa yang disebut sebagai Forest Management (pengelolaan hutan).

Kegiatan-kegiatan yang ada di dalam program sertifikasi (baik dalam maupun luar negeri) bukanlah suatu barang baru bagi setiap perusahaan. Jauh sebelum adanya sertifikasi pemerintah telah banyak mengeluarkan peraturan perundangan dan pedoman-pedoman yang berkaitan dengan bidang usaha suatu perusahaan. Contohnya, masalah K3 baik itu lokasi penebangan maupun di pabrik, berbagai Undang-undang, SK Menteri dll telah diterbitkan dan wajib dilaksanakan oleh perusahaan. Dan sertifikasi itu sendiri dapat diartikan sebagai bentuk pengakuan resmi oleh suatu lembaga independen (internasional ataupun nasional) bahwa perusahaan mendukung sistem pengelolaan hutan dengan baik dan bertanggung jawab dengan melaksanakan kewajiban-kewajiban yang dibebankan oleh pemerintah dan perjanjian internasional.

Inti permasalahannya yaitu, komitmen. Dengan kemauan yang sungguh-sungguh oleh berbagai tingkat pimpinan hingga ke petani, seluruh kewajiban yang disebutkan diatas pasti terlaksanakan dengan baik. Demikian dan semoga bermanfaat dan CMIIW

yang terkait:

KELOMPOK TANI

Forest Stewardship Council

Buletin OS Edisi X April 08.pdf (60 kb)

Donlot Buletin OS Edisi I s/d X

April 20, 2008 Posted by | XIP | , , , , , | Tinggalkan komentar

PROSES PERIJINAN SOSIALISASI

Permohonan ijin sosialisasi cara pembuatan kompos dan kertas daur ulang telah disampaikan kepada Kepala Desa Selangit, Terawas, Karang Panggung dan Sadar Karya. Surat ini ditembuskan kepada Kepala Kecamatan masing-masing, Kepala Balai TNKS, Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Musi Rawas.

Biasanya setiap kegiatan surat hanya ditujukan kepada Kepala Desa setempat saja. Belajar dari Saran dan Kritik yang disampaikan oleh Pemerintah Daerah melalui konsultasi publik yang baru saja dijalankan, Kami pun membiasakan diri berkoordinasi dengan pemerintah terkait dengan selalu memberikan tembusan untuk setiap kegiatan.

Sekali lagi Kami ingin menyampaikan bahwa tujuan jangka pendek dari sosialisasi ini adalah untuk mengajak masyarakat memproses limbah rumah tangga menjadi lebih bermanfaat serta meningkatkan kesadaran untuk lebih mencintai lingkungan.

Dan harapan Kami, menjadikan suatu langkah awal untuk menciptakan ide-ide lain yang lebih baru lagi dan cocok/ bermanfaat bagi masyarakat, baik untuk petani maupun pemuda karang taruna . Secara perlahan dapat mengurangi potensi illegal logging yang terjadi di kawasan konservasi maupun kawasan yang dilindungi.

Manfaat yang sangat berharga yang Kami peroleh salah satunya adalah respon positif dari Balai TNKS Kab. Musi Rawas.

Setelah menerima surat tembusan dari PT.XIP, Bapak Zaenudin dari pihak Balai TNKS Kab. Musi Rawas memberikan saran agar pelatihan sebaiknya dilaksanakan di Desa Karang Panggung Kec. Selangit. Menurut beliau di desa tersebut ada kelompok tani/pemberdayaan masyarakat yang telah terbentuk. Mereka sudah terbiasa menjaga lingkungan seperti menanam pohon-pohonan di tepi sungai, mengumpulkan bibit cabutan berbagai jenis tanaman seperti gaharu, meranti dan lain-lain. Bagi Kami informasi ini sangat berharga agar program berjalan lebih mengenai sasaran. Sekali lagi Kami ucapkan terima kasih.

Di desa Karang Panggung Kami diperkenalkan dengan Ketua Kelompok Tani/Pemberdayaan Desa yaitu Bapak Suryatin. Beliau adalah pelopor penggerak lingkungan di desa dan telah berhasil mengembangkan pembibitan berbagai jenis tanaman serta memproduksi kompos dengan memakai Effective Microorganism 4 (EM4).

Disebutkan pula, masyarakat Desa Karang Panggung selalu mempertahankan untuk tidak menggunakan pestisida karena telah diketahui sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Melihat hasil karya Bapak Suryatin, Kami merasa salut dan Kami perlu banyak menimba pengalaman dengan Beliau.

Di waktu yang akan datang setiap edisi berikutnya akan Kami cantumkan produk dari Bapak Suryatin beserta no HP nya, andai beliau tidak keberatan. Hal ini merupakan upaya dari Kami untuk memasarkan produk-produk ramah lingkungan yang dihasilkan oleh masyarakat Kabupaten Musi Rawas.

Selain itu pula, produk seperti di atas akan Kami tampilkan di weblog Ozon-SILAMPARI, agar jangkauan pemasaran lebih luas lagi. Dengan dicantumkan nama dan no HP, konsumen dari berbagai kota bisa kontak langsung dengan pemiliknya.

Dengan kemajuan jaman yang mempermudah komunikasi dan informasi, menjadikan internet sebagai salah satu media alternatif yang murah dan efektif di bidang pemasaran (marketing).

Dua puluh tahun yang lalu telepon adalah barang mahal, hanya orang berduit saja yang memilikinya. Sekarang, hampir semua orang memegang HP. Tidak menutup kemungkinan beberapa tahun yang akan datang Internet akan digunakan sehari-hari oleh seluruh lapisan masyarakat.

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT 

Buletin OS Edisi VIII Maret 2008.pdf (52kb)

Buletin OS Edisi I s/d VIII ada di sini 

 

Maret 14, 2008 Posted by | XIP | , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Terkait dengan Edisi yang lalu, PT.XIP tengah melakukan persiapan pembuatan kompos dan kertas daur ulang bagi petugas lapangan. Hal ini merupakan pembekalan dalam rangka mengajak masyarakat memanfaatkan potensi sumberdaya yang ada di wilayah desa. Selain itu pula, petugas berupaya mengidentifikasi potensi kegiatan yang cocok bagi petani dan pemuda karang taruna setempat.

Program ini akan dilaksanakan secara bertahap dimulai minggu depan di wilayah desa kelompok tani pulai kebun karet dan desa-desa yang berdekatan dengan kawasan konservasi dan kawasan yang dilindungi (kawasan penyangga TNKS, Hutan Lindung, sumber mata air dll) seperti, wilayah Kecamatan Purwodadi, Sumber Harta Selangit, Karang Jaya, Muara Rupit.

Pembuatan kompos relatif mudah, bahkan sebagian besar masyarakat pun telah melakukannya sejak berpuluhan tahun yang lalu terutama di wilayah pedesaan.

Sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga ditumpuk di belakang rumah, baik sampah organik maupun anorganik, seperti plastik, pecahan kaca/beling, besi dan yang lainnya.

Untuk mencegah bau tidak sedap, sampah pun dibakar. Bakaran sampah yang telah lama mengendap, diangkat kembali untuk digunakan sebagai pupuk tanaman.

Pembuatan kompos yang akan disosialisasikan oleh PT.XIP secara prinsip tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan oleh masyarakat selama ini dengan cara seperti diuraikan di atas.

Perbedaannya terutama terletak pada bahan dan proses. Bahan yang digunakan murni dari bahan organik, yaitu bahan yang mudah terurai oleh mikroba/mikroorganisme, seperti sisa sayuran, kulit buah, daun, rumput, jerami, sekam, serbuk gergaji, kulit kopi.

Proses pembuatannya tidak dibakar, melainkan dengan cara pembusukan/pelapukan secara alami. Pembakaran sampah hanya dapat menyisakan arang (Karbon). Zat ini tidak banyak diperlukan oleh tanaman. Sedangkan pembusukan secara alami dapat menghasilkan unsur yang diperlukan oleh tanaman seperti N, P dan K (Nitrogen, Phospor, Kalium).

KEUNTUNGAN KOMPOS
1. Lebih ramah lingkungan, tidak merugikan kesehatan dan mencemari lingkungan
2. Bahan mudah didapat, selalu tersedia setiap hari dan tentunya tidak perlu membeli
3. Cara membuatnya sedrhana, tidak memerlukan peralatan canggih ataupun mahal
4. Dapat memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan jumlah makhluk hidup (mikroba) di dalam tanah yang mampu membantu pertumbuhan tanaman

KEKURANGAN KOMPOS
1. Kandungan unsur hara tidak bisa diketahui secara pasti
2. Kandungan unsur hara lebih rendah dibandingkan dengan pupuk anorganik
3. Tanaman tidak bisa menyerap unsur hara dari kompos lebih cepat, dibandingkan dengan pupuk organik
4. Proses pembuatan yang tidak hati-hati dapat mengandung telur dan larva hama. Dengan proses pengayakan kompos dan pengeringan, kendala seperti ini bisa ditekan.

CARA MEMBUAT KOMPOS

Cara Pertama
Masyarakat kampung Sukunan, desa Banyuraden Kec Gamping Kab. Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki cara unik dan sederhana dalam membuat kompos.
1. Setiap keluarga menyediakan 2 buah gentong yang dilubangi bawahnya dan ditutup bagian atasnya. Kedua gentong ini digunakan bergantian
2. Pertama kali digunakan gentong 1, setelah sampah organik penuh (-+ 3 bulan), kemudian gunakan ke gentong 2.
3. Ketika gentong 2 penuh, sampah dalam gentong 1 telah menjadi kompos.
4. Kompos tersebut digunakan sebagai pupuk. Apabila mau dijual, kompos diayak terlebih dahulu.
5. Hasil ayakan yang kasar dimasukkan ke dalam gentong 2 dan diaduk rata
6. Gentong 1 yang telah kosong siap digunakan kembali untuk memproses kompos baru
7. Demikian seterusnya, proses pengomposan dilakukan dengan penggunaan gentong berulang-ulang dan bergantian

Cara Kedua
Kompos dibuat menggunakan sistem terowongan SEGITIGA ukuran panjang 2 m, lebar 75 cm, tinggi 50 cm. Sampah organik yang telah dicacah/ dipotong kecil-kecil, dicampur dengan kotoran ternak dan ditumpuk di atas terowongan segitiga. Apabila memungkinkan bahan kompos bisa ditambah dengan urea dan mikroba dekomposer, mis. EM4

Secara rutin sampah disiram dan diaduk agar tercipta lingkungan yang lembab dan selalu tersedia udara (oksigen) bagi kelangsungan hidup mikroba.

Kompos dihasilkan dalam jangka waktu 1 sampai 2 bulan. Keberhasilan pembuatan kompos dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya:
1. bahan pembuat kompos
(bahan yg bermacam2 lebih baik daripada hanya satu jenis saja. Bahan yang kecil 2-4 cm lebih mudah diurai. Sayuran, kulit buah, kulit kopi, daun, dan rumput jauh lebih bagus daripada bahan serbuk gergaji dan kayu )
2. kondisi lingkungan (udara, suhu, pH, kelembaban, tumpukan)
( dengan pengadukan yang lebih sering sekitar 1-2 kali seminggu akan memberikan udara yang cukup bagi miroorganisme dan pengomposan terjadi lebih merata. Suhu ideal 40 – 50 oC dan kompos tidak boleh kering, sering disiram. Tinggi timbunan 1 s/d 2 meter. Menambah kapur/abu kayu/abu dapur baik untuk menurunkan keasaman bahan kompos)

Sumber:
1. Pupuk Organik
2. Memanen Sampah

KERTAS DAUR ULANG

Kertas yang dihasilkan dari proses daur ulang dapat dibuat untuk berbagai kerajinan tangan seperti, tempat pensil, album foto, kartu ucapan, amplop dan lain lain

Cara Pembuatan Kertas Daur Ulang

Alat
1. Skrin tipe 36 dan Rakel. Kedua alat ini biasa dipakai pada cetak sablon
2. Baskom untuk merendam kertas
3. Papan tempat meletakkan kertas yang akan dicetak
4. Pelapis papan, dapat berupa kain ero
5. alat untuk menghaluskan kertas menjadi bubur kertas, alu dan lumpang atau blender
Bahan
1. Air
2. Lem, dapat berupa lem kertas atau lem sagu
3. pewarna alami; kunyit, daun pandan, daun jati, daun jambu
4. Sebagai hiasan tekstur; rumput, rambut jagung, pelepang pisang kering

Proses Pembuatan
1. Kertas koran, kardus, buku tulis
2. Kertas disobek kecil-kecil, direndam dalam baskom. Hancurkan lagi dengan tangan. Lama perendaman yang baik 2 – 4 hari
3. Kertas rendaman dihancurkan dengan alu dan lumpang atau dengan blender.
4. Cuci kembali bubur kertas lagi hingga bersih dari tinta koran
5. Saring bubur kertas
6. Campur bubur kertas dengan lem. Untuk tambahan bisa menggunakan pewarna dan bahan pembentuk tekstur seperti rumput atau pelepah pisang yang diblender terlebih dahulu. Kertas yang dihasilkan akan terlihat lebih menarik.
7. Campuran bubur kertas dengan lem, pewarna dan pembentuk teksur ditambahi dengan air.
8. Masukkan Skrin ke dalam campuran bubur kertas. Sambil digoyang, angkat skrin perlahan.
9. Letakkan papan yang dibungkus kain ero di atas bubur kertas
10. Skrin dan papan disandarkan miring ke dinding
11. Sapu air pada skrin menggunakan Rakel
12. Angkat skrin, jemur bubur kertas yang masih menempel pada papan
13. Kertas daur ulang bisa diangkat dari papan setelah benar-benar kering.

KADIR: AKTIVIS KOMPOS SEJATI

KELOMPOK TANI PULAI KEBUN KARET PT.XIP

DIVISI SERTIFIKASI

PROSES PERIJINAN SOSIALISASI

Budidaya Lebah Madu

Maret 6, 2008 Posted by | XIP | , , , , , , | 6 Komentar

KELOMPOK TANI PULAI KEBUN KARET PT.XIP

Seperti yang diulas beberapa waktu yang lalu salah satu sumber bahan baku PT.XIP di masa yang akan datang salah satunya pulai dan labu yang berasal dari Kelompok Tani bersertifikat FSC.
Kelompok Tani ini memiliki 2 pola pengembangan yaitu:

  1. Kelompok Tani yang terdiri dari anggota yang memiliki pohon pulai atau labu berdiameter 15 cm ke atas
  2. Kelompok Tani yang terdiri dari anggota yang telah menanam bibit pulai dan labu. Bibit ini dibagikan gratis oleh PT.XIP

Berkaitan dengan pola pengembangan ke-2, pada tahun 2008 PT.XIP menargetkan akan tertanam pulai dan labu sebanyak 120.000 batang, dengan komposisi 80 : 20 di 5 desa terpilih untuk Kecamatan Muara Beliti.

Selama 5 tahun bibit bakal tertanam sebanyak 600.000 batang. Dengan asumsi tingkat keberhasilan tumbuh bibit tersebut 80%, pada tahun 2013 nanti PT. XIP memiliki kelompok tani yang memelihara pulai dan labu sebanyak 480.000 batang.

Dalam kondisi normal dan tingkat pertumbuhan tanaman 5 cm/tahun, pada tahun ke-6 PT.XIP mampu memanen pulai tahun tanam ke-1 (tahun 2008) sebanyak 96.000 batang dimana masing-masing pohon rata-rata berdiameter 25 cm dengan ketinggian 5-6 meter dari lahan kebun karet rakyat dan pekarangan anggota kelompok tani.

Untuk keberhasilan tersebut PT.XIP sangat berharap dukungan dari seluruh komponen masyarakat.

Februari 15, 2008 Posted by | XIP | , , , , , | 5 Komentar