Ozon-SILAMPARI

Buletin Online Wang Kite

Lubuk Linggau atau Lubuklinggau ? Musi Rawas atau Musirawas ?

Nama geografi, khususnya nama kota atau wilayah di Tanah Air, sering kali ditulis dalam bentuk: ada yang dipisah dan ada pula yang dirangkai. Dalam kaitan ini, Pusat Bahasa bekerja sama dengan Bakosurtanal telah menetapkan pembakuannya (Dendy 2003).

Pada prinsipnya, nama geografi ditulis dalam satu kata atau serangkai, kecuali

  1. terdiri atas 3 unsur atau lebih
  2. berupa arah mata angin

Dengan demikian nama wilayah geografi yang hanya terdiri atas 2 unsur ditulis serangkai, seperti Rejanglebong, Tulungagung, Bukittinggi, Sawahlunto, Balikpapan, Parepare, Acehbesar dan Tebingtinggi.

Sedangkan nama wilayah geografi yang terdiri atas 3 unsur atau lebih tetap ditulis terpisah, seperti Ogan Komering Ilir.

Arah mata angin yang digunakan sebagai nama wilayah geografi juga tetap ditulis terpisah, meskipun nama wilayah itu hanya terdiri atas 2 unsur, seperti Jakarta Barat, Sumatera Selatan, atau Kalimantan Timur.

Dalam kaitan ini nama daerah atau wilayah geografi, yang masih ditulis dalam bahasa daerah tetap ditulis dengan nama aslinya, tidak diindonesiakan, dengan alasan historis, asal-usul daerah, atau budaya khas daerah setempat, seperti Banyuasin, Tanahabang, atau Kalianyar (bukan Airasin, Tanahmerah, atau Sungaibaru).

sumber: Berani Menulis Artikel, Wahyu Wibowo.Gramedia Pustaka Utama

Udah lama penasaran kenapa Lubuk Linggau harus ditulis menjadi Lubuklinggau 😀

Bagaimana dengan Musi Rawas?….hayooo 🙄

Iklan

Maret 9, 2008 Posted by | Musirawas | , , , , | 10 Komentar

Hati-hati Memakai Pestisida

Penggunaan bahan kimia untuk mengendalikan hama dan penyakit dalam beberapa hal menguntungkan petani. Pada musim penghujan alang alang tumbuh begitu subur sehingga menyulitkan petani untuk melakukan pemeliharaan tanaman pokok. Penebasan dengan cara manual tidak menampakkkan hasil optimal. Penggunaan herbisida adalah pilihan yang terbaik.

Pembakaran tumbuhan pengganggu termasuk pekerjaan yang paling mudah dan murah. Tapi bagaimana nasib tanaman pokok? Pembakaran biasa dilakukan petani menjelang hanya pada musim tanam.

Setiap tahun XIP berusaha menekan pemakaian pestisida, hal ini berkaitan untuk meningkatkan kesehatan dan keselamatan bagi karyawan dan petani. Di samping XIP tidak memakai pestisida berbahaya, berdasarkan Surat No.01/XIP-STFK/I/2008, di lokasi persemaian XIP memutuskan tidak menggunakan pestisida pembasmi alang-alang. Pembasmian wajib dilakukan secara manual.

Diketahui bahwa pemakaian pestisida memberikan dampak negatif yang luas bagi kesehatan manusia, juga bagi keseimbangan ekosistem karena satu atau beberapa rantai makanan teracuni dan bahkan sampai terputus.

XIP mengenalkan dan mengingatkan kepada karyawan, petani mitra serta beberapa pihak yang terkait mengenai 74 buah jenis Pestisida Berbahaya, terlampir pada dokumen FSC GUI 30 001 EN FSC Pesticides Policy Guidance 2006. Di dalam dokumen tersebut dijelaskan dasar alasan mengapa masing-masing jenis pestisida tersebut berbahaya.

Berdasarkan pengamatan di Kota Lubuklinggau dan Kab. Musi Rawas telah ditemukan:

26 buah pestisida berbahaya

  • (10 jenis bahan aktif, 4 jenis pestisida)

masih dijual secara bebas

Hal ini wajib diperhatikan secara serius, khususnya bagi karyawan, petani mitra dan pihak yang terkait dan kepada seluruh masyarakat pada umumnya demi terjaganya kesehatan kita dan keselamatan lingkungan.

Pengamatan ke-1 :

JENIS Bahan Aktif Jumlah
     
Insektisida Permetrin 20 g/l 1 botol
Rodentisida Brodifokum 0,005 % 1 bungkus
Insektisida Cypermethrin 50 g/l 1 botol
Insektisida Diazinon 600 g/l 3 botol
Herbisida Parakuat diklorida 276 g/l 3 botol
Fungisida Mankozeb 80 % 1 bungkus
Fungisida Endosulfan 350 g/l 1 botol

pstd.jpg

Hasil pengamatan ke-2:

JENIS BAHAN AKTIF JUMLAH
     
Insektisida Endosulfan 20 % 2 bks
Imsektisida Cypermethrin 50 g/l 1 btl
Insektisida Cypermethrin 113 g/l 1 btl
Rodentisida Brodifakum 0,005% 1 bks
Fungisida Mankozeb 80 % 2 bks
Insektisida Carbaril 85% 4 bks
Insektisida Alfa sipermetrin 50 g/l 1 btl
Insektisida Endosulfan 33 % 1 btl
Insektisida Diazinon 60 g/l 1 btl
Herbisida 2,4-D dimetil amina 865 g/l 1 btl
     

pestisida berbahaya

Oleh karena itu saat pembelian pestisida perhatikanlah bahan aktif yang tertera pada label.
Daftar Pestisida Berbahaya

FSC GUI 30 001 EN FSC Pesticides Policy Guidance 2006

Januari 29, 2008 Posted by | Pestisida | , , , , , , , , | 10 Komentar