Ozon-SILAMPARI

Buletin Online Wang Kite

UPAYA KONSERVASI OLEH WARGA DESA KARANGPANGGUNG KEC. SELANGIT

Untuk mengatasi kendala keterbatasan bibit, PT.XIP bekerjasama dengan anggota kelompok tani yang berada di desa Karangpanggung. Pada periode pertama, ketua kelompok tani Bapak Suryatin menyanggupi menyediakan bibit cabutan Pulai sebanyak 2.000 batang.

Bibit ini akan disalurkan kembali secara cuma-cuma kepada petani yang bersedia bergabung menjadi anggota kelompok tani PT.XIP dan ditanam di sekitar pekarangan atau di sela-sela dan di pinggir kebun karet.

Bagi petani, secara tidak langsung juga memiliki peran:
1. mendukung upaya konservasi yang dilakukan oleh warga/anggota kelompok tani di desa Karangpanggung
2. mendukung upaya pelestarian Pulai dan Labu
3. mendukung upaya keberlanjutan produksi slat pensil oleh PT.XIP di Muara Beliti

Salah satu tujuan utama kerjasama PT.XIP dengan anggota kelompok tani di desa Karangpanggung adalah sebagai upaya dukungan terhadap kegiatan konservasi di wilayah desa tersebut. Dengan penangkaran bibit pulai oleh anggota kelompok tani diharapkan pula kawasan penyangga TNKS akan terjaga dengan baik dan memberikan penghasilan sampingan bagi anggota kelompok tani tersebut.

Hal ini akan lebih baik lagi (sinergis) apabila ada perusahaan atau lembaga lain seperti misalnya LSM di wilayah Kabupaten Musi Rawas turut serta mengikuti kegiatan serupa, ataupun dengan cara yang lain.

Selain bibit Pulai, kelompok tani ini juga menangkarkan jenis bibit lainnya seperti Meranti, Gaharu, Balam dan beberapa lainnya sebagai salah satu upaya pelestarian keanekaragaman hayati.

PT.XIP berkomitmen akan meningkatkan kerjasama dengan kelompok tani desa Karangpanggung. Selain pengadaan bibit cabutan Pulai maupun Labu, perusahaan akan membahas lebih lanjut lagi berbagai kegiatan lainnya seperti bagaimana meningkatkan produksi padi dengan melibatkan Dinas Pertanian, atau kegiatan lainnya yang relevan dengan kondisi desa di masa yang akan datang.

Satu hal yang menarik lagi dari desa Karangpanggung, padi yang ditanam oleh warga bebas dari pestisida. Mereka mengetahui bahwa beras organik yang menjadi trend saat ini memiliki harga jual yang mahal ketimbang beras yang diproduksi dengan memakai pestisida.

Mungkin pertanyaan yang ada di benak kita adalah apakah pertanian organik tersebut? Bagaimana prosesnya suatu produk, misalnya beras, disebut sebagai beras organik? Bagaimana dan siapakah yang akan menjamin bahwa produk tersebut merupakan produk organik? Bagaimana strategi pemasarannya? Dan seterusnya.

Tim Redaksi memiliki bayangan, jika beras yang dihasilkan oleh warga desa Karangpanggung memang termasuk beras organik, bersama-sama kita bisa memikirkan dan mengundang investor untuk membantu melaksanakan pemasarannya.

Tentunya hal ini ini akan memiliki banyak dampak positif khususnya bagi warga desa Karangpanggung dan masyarakat sekitar, di antaranya yaitu
1. meningkatkan pendapatan masyarakat dan
2. meningkatkan kesehatan masyarakat,
3. menurunkan pencemaran lingkungan,
4. terjaganya kawasan penyangga TNKS.

Untuk kita ingat saja, warga desa Karangpanggung memiliki berbagai penghargaan tingkat nasional dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan karena didukung oleh sikap warga yang mencintai lingkungan dan semangat kerja yang kuat.
Mulai minggu kemarin telah dilaksanakan penebangan perdana di Kelompok Tani desa Sadarkarya. PT.XIP berusaha keras menerapkan penebangan berdampak minimal dengan memperhatikan faktor keselamatan dan kesehatan kerja regu penebang.

Untuk itulah PT.XIP mewajibkan regu penebang untuk memakai Alat Pelindung Diri (APD) sebagai antisipasi kecelakaan yang mungkin terjadi.
Di dalam prosedur penebangan berdampak minimal (RIL/ Reduced Impact Logging) mewajibkan perusahaan memikirkan dan memperkecil segala dampak yang bisa timbul akibat penebangan, sejak dari rencana penebangan, sampai paska penebangan.

Dampak yang dimaksud di antaranya kerusakan lingkungan akibat penebangan yang dilakukan di sekitar sungai dan sumber mata air. Kerusakan ini dapat menimbulkan erosi, menurunnya debit air, menurunnya kualitas air akibat tergerusnya tanah ataupun tumpahnya bahan bakar yang digunakan oleh mesin chainsaw di tanah maupun air. Oleh karenanya PT.XIP tidak akan menebang pohon yang berada di sekitar wilayah yang dimaksud di atas.

Selain itu pula, penebangan pohon harus memperhatikan limbah tebangan. Penebangan diwajibkan serendah mungkin dari tanah dan sebisa mungkin setiap cabang kayu dimanfaatkan baik oleh penebang ataupun oleh petani, mungkin untuk kandang ternak, pagar, ataupun bahan bakar. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan manfaat pohon tebangan sehingga limbah tebangan bisa ditekan sekecil mungkin. Tidak dibenarkan penebangan yang menghasilkan banyak limbah yang berserakan di lokasi, yang sebenarnya masih bisa dimanfaatkan oleh kita.

Setelah penebangan, diwajibkan juga untuk merapikan dan membersihkan lokasi tebangan, begitu juga jika ada camp di situ. Areal yang terbuka wajib direhabilitasi dengan melakukan penanaman kembali. Menyingkirkan kayu yang dapat menghalangi aliran sungai dan parit.

Dalam hal mengeluarkan kayu dari lokasi ke tumpukan sementara, hal positif yang ditemukan adalah kegiatan tersebut dilakukan oleh regu kerja PT.XIP secara manual, sehingga tidak terjadi kerusakan tanah. Pengangkutan kayu dilakukan oleh tenaga kerja dengan memanggul kayu ataupun menggunakan gerobak. Tidak seperti layaknya perusahaan yang besar seperti HPH yang menggunakan alat berat seperti Grader maupun excavator yang mengakibatkan banyaknya tanah terbuka sehingga rawan longsor dan erosi. Selain itu pula baru-baru ini sedang memperbaiki jalan dan jembatan yang ada di desa Tingkip.

baca juga:

Pelestarian Pohon Pulai dan Labu

Pemberdayaan Masyarakat

Iklan

April 26, 2008 Posted by | Musirawas | , , , , , , , , , , | 1 Komentar

PROSES PERIJINAN SOSIALISASI

Permohonan ijin sosialisasi cara pembuatan kompos dan kertas daur ulang telah disampaikan kepada Kepala Desa Selangit, Terawas, Karang Panggung dan Sadar Karya. Surat ini ditembuskan kepada Kepala Kecamatan masing-masing, Kepala Balai TNKS, Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Musi Rawas.

Biasanya setiap kegiatan surat hanya ditujukan kepada Kepala Desa setempat saja. Belajar dari Saran dan Kritik yang disampaikan oleh Pemerintah Daerah melalui konsultasi publik yang baru saja dijalankan, Kami pun membiasakan diri berkoordinasi dengan pemerintah terkait dengan selalu memberikan tembusan untuk setiap kegiatan.

Sekali lagi Kami ingin menyampaikan bahwa tujuan jangka pendek dari sosialisasi ini adalah untuk mengajak masyarakat memproses limbah rumah tangga menjadi lebih bermanfaat serta meningkatkan kesadaran untuk lebih mencintai lingkungan.

Dan harapan Kami, menjadikan suatu langkah awal untuk menciptakan ide-ide lain yang lebih baru lagi dan cocok/ bermanfaat bagi masyarakat, baik untuk petani maupun pemuda karang taruna . Secara perlahan dapat mengurangi potensi illegal logging yang terjadi di kawasan konservasi maupun kawasan yang dilindungi.

Manfaat yang sangat berharga yang Kami peroleh salah satunya adalah respon positif dari Balai TNKS Kab. Musi Rawas.

Setelah menerima surat tembusan dari PT.XIP, Bapak Zaenudin dari pihak Balai TNKS Kab. Musi Rawas memberikan saran agar pelatihan sebaiknya dilaksanakan di Desa Karang Panggung Kec. Selangit. Menurut beliau di desa tersebut ada kelompok tani/pemberdayaan masyarakat yang telah terbentuk. Mereka sudah terbiasa menjaga lingkungan seperti menanam pohon-pohonan di tepi sungai, mengumpulkan bibit cabutan berbagai jenis tanaman seperti gaharu, meranti dan lain-lain. Bagi Kami informasi ini sangat berharga agar program berjalan lebih mengenai sasaran. Sekali lagi Kami ucapkan terima kasih.

Di desa Karang Panggung Kami diperkenalkan dengan Ketua Kelompok Tani/Pemberdayaan Desa yaitu Bapak Suryatin. Beliau adalah pelopor penggerak lingkungan di desa dan telah berhasil mengembangkan pembibitan berbagai jenis tanaman serta memproduksi kompos dengan memakai Effective Microorganism 4 (EM4).

Disebutkan pula, masyarakat Desa Karang Panggung selalu mempertahankan untuk tidak menggunakan pestisida karena telah diketahui sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Melihat hasil karya Bapak Suryatin, Kami merasa salut dan Kami perlu banyak menimba pengalaman dengan Beliau.

Di waktu yang akan datang setiap edisi berikutnya akan Kami cantumkan produk dari Bapak Suryatin beserta no HP nya, andai beliau tidak keberatan. Hal ini merupakan upaya dari Kami untuk memasarkan produk-produk ramah lingkungan yang dihasilkan oleh masyarakat Kabupaten Musi Rawas.

Selain itu pula, produk seperti di atas akan Kami tampilkan di weblog Ozon-SILAMPARI, agar jangkauan pemasaran lebih luas lagi. Dengan dicantumkan nama dan no HP, konsumen dari berbagai kota bisa kontak langsung dengan pemiliknya.

Dengan kemajuan jaman yang mempermudah komunikasi dan informasi, menjadikan internet sebagai salah satu media alternatif yang murah dan efektif di bidang pemasaran (marketing).

Dua puluh tahun yang lalu telepon adalah barang mahal, hanya orang berduit saja yang memilikinya. Sekarang, hampir semua orang memegang HP. Tidak menutup kemungkinan beberapa tahun yang akan datang Internet akan digunakan sehari-hari oleh seluruh lapisan masyarakat.

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT 

Buletin OS Edisi VIII Maret 2008.pdf (52kb)

Buletin OS Edisi I s/d VIII ada di sini 

 

Maret 14, 2008 Posted by | XIP | , , , , , , , , | Tinggalkan komentar