Ozon-SILAMPARI

Buletin Online Wang Kite

Perjalanan Ke Desa Tri Anggun Jaya

Pada hari Jumat tanggal 18 April kami berempat melakukan tugas ke Desa Tri Anggun Jaya SP 5. Perjalanan kami memakan waktu kurang lebih 3 jam dengan menggunakan sepeda motor, kondisi jalan yang berlumpur, berbatu agak menghambat perjalanan kami. Dengan kondisi badan yang kotor akibat Lumpur yang mengenai badan kami akhirnya kami sampai di desa tujuan kami, tempat yang pertama kami tuju adalah rumah kepala desa.
Sambil melepas lelah dan melakukan makan siang kami berbincang dengan kepala desa dan beberapa petani yang kami jumpai dimana kami menyampaikan maksud dan tujuan kami datang, dimana kami akan melakukan pengukuran batang pohon pulai dan labu yang masuk dalam kelompok tani serta melakukan pembayaran kompensasi.
Setelah merasa badan sudah cukup istirahat kami melakukan tugas dengan melakukan pengecekan ke kebun dan mengamati pertumbuhan diameter dan tinggi pohon yang terdaftar dalam kelompok tani,ada beberapa petani yang bersedia menemani kami melakukan tugas tersebut terutama yang punya kebun.
Sambil melakukan pengamatan kami melakukan sosilisasi akan penebangan berdampak minimal (Reduced Impact Logging) dimana diantaranya program K3 (Keselamatan dan kesehatan Kerja) penebangan melalui penggunaan alat pengaman mulai dari sepatu sampai penggunaan helm dan pemanfaatan sisa tebangan.
Pertanyaan yang sering kami temui selama kami kerja dari para petani adalah keinginan mereka melakukan penebangan seluruh batang pulai dan labu yang terdapat dalam kebun mereka agar bertujuan memperoleh keuntungan duit saat ini.
Namun hal itu kami jawab dengan guyon bahwa penebangan dilakukan sesuai jadwal tebang yang telah dibuat agar pengaturan kesediaan bahan baku untuk PT Xylo Indah Pratama dapat berjalan terus secara kontinyu dan fungsi tanaman dapat berjalan. Akhirnya petani dapat mengerti juga dengan penjelasan kami. Menjelang sore kami pulang dan berjanji pada esok hari akan ketemu lagi.
Selama tiga hari kami menjalan tugas ini, perjalanan yang menempuh jalan yang berlumpur dan berlubang kami lalui dengan senang, akhirnya tugas kami selesai juga. Rasa cape kami hilang seiring dengan tingginya minat petani akan kelompok ini dimana hal ini dapat terlihat dari tidak adanya batang pohon pulai dan labu yang ditebang di luar jadwal tebang oleh petani, keinginan menambah jumlah tegakan yang terdapat dari lahan kebun karet para petani, serta pertemuan kami dengan kepala desa SP 6 Desa Tri anggun Jaya yang menginginkan didesanya dibentuk kelompok tani pulai dan labu..
Kami membayangkan betapa indahnya apabila pasokan bahan baku yang masuk ke PT Xylo Indah Pratama adalah kayu yang berasal dari kelompok tani dan sesuai dengan pembuatan jadwal tebang, maka ketersedian bahan baku akan terus berjalan seiring dengan penanaman yang dilakukan setelah penebangan yang dapat mengganti fungsi tanaman yang telah ditebang. Dan dapat disusun lagi jadwal tebang baru yang dapat berlangsung terus menerus.
Untuk diketahui Di desa Tri Anggun Jaya terdapat 18 petani dalam satu kelompok yang semuanya memiliki tegakan pohon pulai dan labu pada kebun karet .
Akhirnya selesai juga tugas kami, kami pun kembali berpamitan kepada kepala desa dan beberapa petani yang menyertai kami selama melakukan tugas. Sebelum kami pergi kami berpesan bahwa kami akan kembali lagi untuk melakukan penebangan pada tegakan yang telah masuk jadwal tebang tahun 2008.

Penyusun : Silvanus S.Hut.

April 26, 2008 Posted by | XIP | , , , , | 1 Komentar

KELOMPOK TANI PULAI KEBUN KARET PT.XIP

Seperti yang diulas beberapa waktu yang lalu salah satu sumber bahan baku PT.XIP di masa yang akan datang salah satunya pulai dan labu yang berasal dari Kelompok Tani bersertifikat FSC.
Kelompok Tani ini memiliki 2 pola pengembangan yaitu:

  1. Kelompok Tani yang terdiri dari anggota yang memiliki pohon pulai atau labu berdiameter 15 cm ke atas
  2. Kelompok Tani yang terdiri dari anggota yang telah menanam bibit pulai dan labu. Bibit ini dibagikan gratis oleh PT.XIP

Berkaitan dengan pola pengembangan ke-2, pada tahun 2008 PT.XIP menargetkan akan tertanam pulai dan labu sebanyak 120.000 batang, dengan komposisi 80 : 20 di 5 desa terpilih untuk Kecamatan Muara Beliti.

Selama 5 tahun bibit bakal tertanam sebanyak 600.000 batang. Dengan asumsi tingkat keberhasilan tumbuh bibit tersebut 80%, pada tahun 2013 nanti PT. XIP memiliki kelompok tani yang memelihara pulai dan labu sebanyak 480.000 batang.

Dalam kondisi normal dan tingkat pertumbuhan tanaman 5 cm/tahun, pada tahun ke-6 PT.XIP mampu memanen pulai tahun tanam ke-1 (tahun 2008) sebanyak 96.000 batang dimana masing-masing pohon rata-rata berdiameter 25 cm dengan ketinggian 5-6 meter dari lahan kebun karet rakyat dan pekarangan anggota kelompok tani.

Untuk keberhasilan tersebut PT.XIP sangat berharap dukungan dari seluruh komponen masyarakat.

Februari 15, 2008 Posted by | XIP | , , , , , | 5 Komentar